PARAMETER TODAYS, Jakarta – Tujuh belas warung makan di wilayah Jakarta Utara dilibatkan dalam penyediaan makanan siap saji gratis bagi warga yang kurang mampu dan anak yatim dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Hal itu sejalan dengan pelaksanaan program Semua Bisa Makan yang digagas Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta.

“Seperti kita ketahui bahwa kemarin banyak warung makan yang sepi karena adanya pandemi Covid-19. Melalui program Semua Bisa Makan juga dapat menghidupkan perekonomian masyarakat khususnya pemilik warung,” ungkap Wakil Walikota Administrasi Jakarta Utara, Juaini saat ditemui di Yayasan Nuurul Falaah, RW 05 Kelurahan Sunter Jaya, Kecamatan Tanjung Priok, Senin (13/12).

Kepedulian dari semua pihak untuk membantu sesama semakin meningkat yang diwujudkan dalam berbagai program salah satunya Semua Bisa Makan. “Dalam program Semua Bisa Makan, Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta menganggarkan satu warung mendapatkan dana Rp 1,5 Juta untuk 100 porsi dan pelayanannya dilakukan setiap harinya,” terang Koordinator Baznas Bazis Wilayah Jakarta Utara, Wisnu Cakraningrat.

Sementara ini, ada 17 warung makan di Jakarta Utara yang diberdayakan dalam program Semua Bisa Makan yaitu Warung Marani di Jl. Pompi Udin Pegangsaan Dua, Warteg Indah 2 di Jl. Balai Rakyat Tugu Selatan, RM Ibu Wahyu di Jl Perjuangan II Tugu Selatan, Warteg Hani di Jl Lunas Rawa Badak Utara, Warung Denai Sakato di Jl Mindi Lagoa, Warung Nasi Ibu Desi di Jl Lorong Z Timur Koja, Lontong Sayur Ibu Imas di Jl. Kalibaru Barat I Kalibaru, Warung Makan Sabana di Jl. Pluit Dalam Penjaringan.

Selanjutnya, Warung Berkah di Jl. Rawa Bebek Penjaringan, Warung Nasi Cing Ida di Jl Papanggo 20, Papanggo, Warung Djihan di Jl Griya Utama Raya Sunter Agung, Rumah Makan Barokah di Jl Jembatan Item Sunter Agung, Warung Mamah Putri di Jl. Kp Nimah Papanggo, Warteg Kira di Jl Warakas 5, Ayam Bakar/Ayam Geprek Nene Isah di Jl Warakas 4, Warung Ayam Geprek Sambal Dower di Jl Bisma Raya Papanggo, Cahaya 68 Kedondong di Jl Kedondong No 35 Sunter Jaya.

“Setiap warung itu dipasangi banner Semua Bisa Makan dan barcode sehingga apabila ada muzakki yang ingin menyalurkan bantuan bisa melalui aplikasi barcode tersebut. Sedangkan program ini sudah berjalan sejak Oktober hingga Desember 2021 dan diharapkan bisa berlanjut di tahun 2022,” ujar Wisnu.

Selain itu, ia juga berharap bisa merangkul semua perusahaan, pejabat dan masyarakat untuk mengenalkan dan terlibat dalam program Semua Bisa Makan. “Imbas dari pandemi Covid-19 bisa dirasakan bersama. Oleh karena itu, Baznas Bazis Provinsi DKI Jakarta berupaya meringankan beban teman-teman yang kehilangan aktivitas dan pendapatan di wilayah Jakarta Utara,” pungkasnya. (trm)