Basri Baco Minta Parlemen Jakarta Mengedepankan Profesionalitas Dalam Pembahasan Anggaran

PARAMETER TODAYS, Jakarta – Molornya waktu rapat dan keberatan anggota DPRD DKI terhadap mekanisme dan substansi dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) APBD DKI 2022 ditambah jadwal beberapa SKPD yang harus mendampingi Gubernur Anies Baswedan dalam peresmian JIS (Jakarta International Stadium) menyebabkan pembahasan KUA PPAS 2022 ditunda.

Bahkan situasi ini sedikit mengindikasikan ketidak seriusan dan kekurang profesionalan.

Demikian dikatakan oleh Basri Baco, Ketua Fraksi Golkar ketika diminta tanggapannya seusai rapat yang diadakam di Grand Cempaka Resort, Cipayung, Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/10) kemarin.

“Besok (hari ini) Anies sudah diagendakan untuk meresmikan JIS sehingga jadwal rapat akan terdorong sampai ke Sabtu – Minggu dan itu tidak akan efektif sama sekali,” tukas Basri.

“Bila hari libur Sabtu dan Minggu, jalan ke Puncak ini sangat macet. Jadi, tidak efektif kita menggelar rapat saat ini,” imbuhnya.

Jadi – lanjut Baco – rapat sebaiknya ditunda karena kurang bagus secara situasional. Dalam rapat Baco memang secara terbuka mengusulkan penundaan semua pembahasan, dengan alasan, tidak akan mudah untuk datang ke lokasi rapat di Cipayung pada akhir pekan. Ia memastikan jalan menuju Puncak akan macet.

Sementara Idris dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menegaskan, sebaiknya rapat Banggar ini dilanjutkan. Karena sudah direncanakan dari Jakarta.

“Ini bukan soal macet dan acara JIS. Ini untuk menggunakan waktu yang telah kita rencanakan bersama. Saya meminta agar pimpinan rapat tetap melanjutkan rapat ini,” kata Idris.

Melihat adanya masukan berbeda dari anggota Banggar, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi yang bertindak sebagai Pimpinan Rapat menawarkan opsi.

“Siapa yang setuju ditunda dan siapa yang setuju dilanjutkan. Ini jalan tengah yang saya tawarkan selaku pimpinan rapat,” kata Pras, sapaan akrabnya.

Awalnya yang setuju rapat ditunda hanya sedikit dari jumlah anggota Banggar yang hadir. Namun pada akhirnya, setelah melalui berbagai dialog dan argumentasi disetujui rapat akan ditunda.

Pras sebagai Pimpinan Rapat terlihat tetap mengedepankan demokrasi yang benar dengan menampung semua aspirasi anggota Banggar DPRD DKI yang berjumlah 54 dari 106 total anggota DPRD DKI.

Bahkan, Pras tetap bersabar dan terus memimpin rapat walau tidak satu pun Wakil Ketua DPRD DKI yang berjumlah 4 orang mendampinginya dari awal rapat hingga berakhir.

Sebelumnya, dari pemantauan di ruang sidang Banggar, anggaran APBD 2022 yang diusulkan Pemprov DKI sebesar Rp 80,15 triliun. (mur)