Berbuat Baik Adalah Induk Kebaikan

PARAMETE TODAYS, Lampung – Persatuan Penulis Indonesia (PPI) yang dikomandoi Isson Khairul di sela perjalanan tugas jurnalistiknya di Pulau Sumatera mendapatkan pelajaran berharga dari seorang anggota Polri bernama Brigadir Eko Wahyudi.

Menurut penuturan, Isson Khairul. Pelajaran berharga atau pelajaran mahal itu mereka dapat pada Sabtu (08/05/2021) Sore. Tim PPI, yang terdiri dari, Isson Khairul, Budi Tanjung dari CNN Indonesia TV, Erwin Hadi dan Didik Wiratno dari Reportase News, dan Mada Mahfud dari Ring Satu, Tanjung, mendapatkan  pelajaran mahal dari Brigadir Eko Wahyudi. Dia adalah, anggota Babinkamtibmas di Polsek Kasui, Polres Way Kanan, Provinsi Lampung.

“Pak Eko menyadarkan kami, betapa berbuat baik kepada sesama, adalah obat bagi kelapangan jiwa,”tambah Isson Khairul.

Bahkan kata Isson Khairul, Brigadir Eko Wahyudi, juga menggugah hati mereka. Karena, Eko Wahyudin sebagai seorang anggota Polri dengan pangkat Brigadir telah menunjukkan, perbuatan baik sesuai kemampuannya. “Untuk berbuat baik, kita tidak harus berpangkat tinggi. Juga, tidak harus menjadi miliarder. Brigadir Eko Wahyudi selain berdinas sebagai anggota Polri. Dia juga menjadi marbot Masjid Al Muhajirin di Talang Mangga. Kemudian dia menjadi guru sukarela di madrasah ibtidaiyah Al Husnayain di Talang Kemiling, Kasui Pasar.  Sebagai pelatih silat remaja masjid tersebut,”ungkap Isson Khairul.

Selain itu kata Isson, Eko Wahyudi juga memiliki anak asuh. Biaya pendidikan anak asuh ini dibiayai Eko dari koceknya sendiri. Secara berkala, Eko sambangi anak asuhnya.  sekaligus berdialog dengan ayah biologis sang anak. Di tengah kesibukannya tersebut, ia sedang menyusun skripsi S-1 di Fakultas Hukum untuk menambah ilmunya.

“Di rumahnya, Dia tentulah suami dari seorang istri dan ayah dari dua anak yang masih balita. Pada Sabtu (08/05/2021) ini, pak Eko mengundang anak-anak didiknya serta anak asuhnya untuk berbuka puasa bersama di rumahnya. Bagi mereka, rumah Brigadir Eko Wahyudi sudah menjadi rumah bersama, yang mereka leluasa memasukinya,”tutur Isson Khairul .

Mengenal dan bertatap muka dengan sosok Eko Wahyudi menurut wartawan Senior ini adalah, sebuah pengalaman yang berharga dan mendapatkan sebuah pelajaran yang sangat berharga. “Bertemu sekaligus berbincang dengan Eko Wahyudi, saya benar-benar berhadapan dengan sosok Polri yang lengkap dan komplit. Saya pikir, apa yang telah dan tengah ia perbuat, sangat patut dijadikan inspirasi oleh para anggota Polri di tanah air,”ujar Isson Khairul sembari menegaskan, bahwa Timnya akan mempublikasikan pengalaman berharga tersebut.

“Hari ini, saya Isson Khairul dari Kompasiana, Budi Tanjung dari CNN Indonesia TV, Erwin Hadi dan Didik Wiratno dari Reportase News, dan Mada Mahfud dari Ring Satu, membuat narasi audio visual tentang sosok Eko Wahyudi. Kami secara alamiah terpanggil untuk menarasikan perbuatan baiknya kepada publik yang lebih luas, melalui media massa,”tegasnya.

Tentu, kata Isson Khairul melanjutkan penjelasannya, masih banyak anggota Polri yang lain, yang patut menjadi teladan bagi kebangkitan bangsa yang tengah dilanda pandemi Covid-19. “Brigadir Eko Wahyudi adalah, salah seorang di antaranya. Meski beliau sekeluarga bermukim di desa nun jauh dari hiruk-pikuk kota. Tentu tak ada salahnya kami mengabarkan perbuatan baiknya kepada khalayak,”jelasnya.

Brigadir Eko Wahyudi kata Isson, setidaknya menjadi salah satu penanda bagi semua orang. “Bahwa bangsa ini tidak kekurangan inspirator. Tidak kekurangan orang baik. Ada banyak peluang bagi siapa saja untuk berbuat baik kepada sesama. Karena, induk dari kebaikan sesungguhnya adalah perbuatan,”pungkas Isson Khairul. (Bes/Budi)