Camat Diduga Curang Dalam Perekrutan Prangkat Desa Kuta Babo

PARAMETERTODAYS, Phakpak Barat – Dengan adanya kekosongan Perangkat Desa, dalam hal ini kekosongan kepala urusan (Kaur) Keuangan di Pemerintahan desa Kuta Babo Kec. Tinada Kab. Pakpak Bharat. Pelaksana Jabatan Kepala Desa membentuk Panitia Perekrutan Perangkat Desa untuk Kaur keuangan.

Namun, dalam proses perekrutan tersebut. Diduga kuat ada tindakan kecurangan. Indikasi kecurangan itu terlihat  dari adanya salah seorang calon yang mendaftar kendati waktu pendaftaran sudah ditutup.

Terkait masalah tersebut,  Parametertodays.com mengonfirmasi hal ini kepada salah seorang kandidat perangkat Desa, Osmadi Boangmanalu. Menurut Osmadi, Pendaftaran dibuka mulai tanggal 6/06/2021 hingga tanggal 10/06/2021.

Namun, karena adanya kekurangan berkas Panitia memperpanjang waktu pendaftaran pada tanggal 17/06/2021 hingga 19/06/2021. Setelah waktu pendaftaran berakhir, hanya ada dua orang yang mendaftarkan diri sesuai administrasi. Yakni, Irwan Osmadi Boangmanalu dan Dewi Derminta Boangmanalu.

“Daya kecewa terhadap Panitia Perekrutan Kaur Keuangàn tersebut. Karena, waktu dan tanggal perekrutan kaur keuangan sudah berakhir atau telah dinyatakan ditutup. Tapi, Panitia menerima orang yang mengantar berkasnya kepada panitia,”ungkap Osmadi.

Ketika media ini mengonfirmasi masalah ini kepada Panitia Perekrutan perangkat Desa. Salah seorang Panitia yang tidak berkenan namanya disebutkan membantah hal tersebut. Namun, panitia membenarkan bahwa, ada kandidat yang datang mendaftar setelah waktu pendaftaran ditutup. Namun, langsung ditolak. Karena, waktu pendaftaran sudah berakhir.

“Pak Barita Limbong menyerahkan berkas lamarannya tertanggal 23/06/2022. Tapi, kami langsung menolak berkas tersebut. Dan kami menjelaskan, kepada beliau bahwa waktu pendaftaran sudah tutup. Tapi, Pak Barita Limbong tidak terima. Beliau mengatakan, kalau panitia tidak mau menerima berkas saya. Saya antar langsung ke kantor Camat,”ujar panitia menirukan pernyatakan Barita Limbong.

Kemudian, kata panitia itu, pernyataan Barita Limbong ternyata benar adanya. Keesokan harinya dia pun dipanggil Camat Tinada, Lias ate Solin. Lalu, Lias Ate Solin memerintahkan untuk membuka kembali waktu perekrutan. “Tapi, saya menolaknya. Saya lebih baik mundur dari panitia jika tetap dipaksakan. Saya hanya tunduk pada aturan. Sesuai administrasi hanya dua orang yang memenuhi persyaratan,”tambahnya.

Ketika media ini mengonfirmasi hal itu ke Camat Tinada, Lias Ate Solin. Menurutnya, pihaknya telah memanggil Panitia Perekrutan. Bahkan, Lias telah menyurati PJ Kepala Desa Kuta babo untuk membatalkan perekrutan pertama. Selanjutnya, dia memerintahkan PJ Kepala Desa untuk membuka kembali perekrutan baru dengan alasan, bahwa salah seorang pelamar (Barita Limbong) tidak mengetahui kalau waktu pendaftaran sudah berakhir.  Dengan alasan, bahwa panitia tidak menempel pengumuman.

Dilain waktu Awak media komfirmasi dengan saudara Barita Limbong. Menurutnya,  Pengumuman benar di tempel. Namun, dalam waktu yang bersamaan dirinya sedang di luar kota. “Saya berada di Sidikalang. Jadi kurang tahu informasi. Mana tau masih bisa di terima. Saya tidak ada memaksakan kehendak untuk harus diterima. Saya juga menghargai keputusan panitia,”jelas Barita.

Media ini kemudian mengonfirmasi masalah ini ke PJ Kepala desa Kuta babo Disman Boangmanalu. Menurutnya, tidak akan ada pembatalan perekrutan perangkat Desa. “Saya menolak untuk membatalkan perekrutan pertama dan saya juga sudah mengajukan salah satu nama peserta. Tapi, pak Camat belum merekomendasikan ungkap PJ Kepala desa”katanya.

Sementara itu, P2KD Desa Kuta babo, kepada wartawan menegaskan, akan mengambil sikap jika, Camat Tinada tidak merekomendasi kandidat yang mendaftarkan diri. “Apabila sampai hari senin 28/06/2021 Kaur Keuangan tidak direkomendasikan Camat, kami akan mengundurkan diri dari P2KD sebab akibat kekosongan Kaur Keuangan tersebut,sudah 9 hari kerja Anggaran Pilkades belum bisa diterima oleh P2KD,”tandasnya. (Lamhot habeahan / Gandali )