Covid-19 Itu Nyata dan Sangat Menyiksa

Oleh : Patar situmorang#

Foto di bawah ini diabadikan pada hari ke-10 saya menjalani isolasi di pertengahan Desember 2020 lalu akibat terpapar virus Covid-19.

Saya merasakan sakitnya di sekujur badan yang seakan-akan remuk. Ini diperparah oleh batuk, tubuh lemah, dan tidak nafsu makan sama sekali. Juga sangat sulit untuk bisa tidur.

Mental saya sempat jatuh, pikiran kacau karena beberapa hari setelah saya dinyatakan positif terinfeksi, isteri dan 3 anak saya menyusul juga positif. Betapa hancurnya hati saya waktu itu.

Namun saya berusaha tegar dan menyerahkan semuanya kepada Sang Pemilik Kehidupan. Dukungan dan motivasi mengalir terus dari saudara-saudara, keluarga, hamba-hamba Tuhan, dan juga para petugas medis yang merawat saya.

Sempat timbul rasa bersalah kepada isteri dan anak-anak karena merasa akibat kelalaian saya yang kurang taat prokes sehingga sampai terpapar dan menularkannya lagi kepada anggota keluarga tercinta.

Kami berjuang melawan serangan virus itu selama tiga mingguan. Terkadang terlintas di pikiran akan hal-hal menakutkan seperti yang dialami orang lain yang terpapar.

Puji Tuhan, setelah lewat tiga pekan berjuang dan berdoa, kami semua dipastikan pulih dan sehat seperti semula.

Sekarang saya terdorong untuk kembali membagikan pengalaman tersebut guna mengingatkan semua masyakat di seluruh Nusantara. Sebab saya prihatin melihat fenomena akhir-akhir ini, dimana perilaku kita seakan-akan virus Covid-19 sudah berakhir.

Kita seakan-akan meremehkan ancaman virus yang setiap saat bisa menjangkiti dan menghadirkan situasi terburuk bagi nyawa kita dan semua anggota keluarga.

Tengku Zulkarnaen dan Birgaldo Sinaga adalah dua pesohor yang terenggut nyawanya oleh keganasan virus corona. Namun sepertinya fakta tragis itu belum cukup untuk menjadi penyentak perilaku abai prokes sebagian masyarakat selama masa libur kemarin.

Hati saya miris melihat kerumunan di Pantai Ancol, Pantai Carita, TMII, dan beberapa lokasi wisata lainnya. Puluhan ribu pengunjung berjubel tanpa kontrol. Belum lagi ratusan ribu pemudik yang tidak terdeteksi keluar dari Jabodetabek.

Apakah kita mau tsunami Covid-19 seperti di India menyapu Tanah Air?

Itu sangat mengerikan kawan!

Memutus mata rantai penularan Covid-19 bukan hanya tugas pemerintah semata, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Marilah bahu-membahu dan bukan lempar tanggung jawab.

Sadarlah hai saudara-saudaku. Virus covid ini sangat menyiksa tubuh dan jiwa.

Sayangi dirimu, sayangi keluargamu, sayangi warga sekitarmu, dan sayangi bangsamu.

Kiranya Kasih Tuhan yang melindungi kita semua.

#PenikmatKopiSidikalang