Diduga Ratusan PKL jadi Korban Pungli Oknum Pejabat Disperindag Pemkot Bekasi

Photo: Devisi Hukum dan Humas PT ABB Jumanter Pardede, SH bersama Team Urugan di Lokasi Pembangunan Revitalisasi Pasar Kranji Baru.

PARAMETER TODAYS.com, Bekasi – Sebanyak 245 orang Pedagang Kaki Lima (PKL) pasar kranji baru diduga kuat jadi korban pungli oleh oknum Pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi pada Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag).

Menurut keterangan Devisi Hukum dan Humas PT Annisa Bintang Blitar, Jumanter Pardede, SH, adapun besaran dugaan pungli yang dilakukan oleh oknum pejabat Disperindag Pemkot Bekasi tersebut kurang lebih Rp3,3 Miliar.

“Uang pungli tersebut dikutip dari 245 orang Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan jumlah perorangnya sebesar Rp.13,5 Juta,” terang Jumanter saat ditemui Parameter Todays.com di lokasi pembangunan revitalisasi Pasar Kranji Baru.

Selain dugaan Pungli terhadap ratusan PKL, Pengacara ini juga mengatakan, bahwa oknum pejabat tersebut diduga kuat melakukan pungutan ilegal jasa MCK (toilet umum) pada TPS pasar kranji baru.

“Dalam hal ini, oknum pejabat Disperindag tersebut telah menyalahgunakan jabatan dengan maksud memperkaya diri sendiri dengan modus mengambil atau menerima secara tidak sah hasil setoran jasa MCK yang berada di TPS. Dimana, seharusnya jasa MCK tersebut sepenuhnya hak dari PT ABB. Dan hal itu berlangsung sejak Juni 2020 sampai dengan Mei 2022,” ucap Jumanter Pardede, SH, Devisi Hukum dan Humas PT ABB.

Sebelumnya dikatakan Advokad ini, bahwa pihak Kejakasaan Negeri Kota Bekasi sudah pernah melakukan pemanggilan terhadap oknum Pejabat tersebut. Dan pada saat itu, di Kejaksaan Negeri, oknum Pejabatnya menjanjikan uang pungutan dari PKL akan dijadikan sebagai Uang muka pembelian Los/Kios.

“Namun, hingga saat ini, uang tersebut tidak pernah disetorkan ke Kas PT ABB. Jadi pertanyaannya, kemana uang sebesar Rp3,3 Miliar yang dipungut oleh oknum Pejabat tersebut,” ujar Jumanter dengan nada heran.

Sementara itu, ketika hal ini ditanyakan ke Sekretaris Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Rommy Payan melalui pesan Whats APP, tidak berkenan memberikan jawaban. (Baho)