PARAMETER TODAYS.com, Dairi – Disparbud Provinsi Sumatera Utara pada hari Kamis 20/10/2022 melaksanakan pelatihan sadar wisata di Kecamatan Silahi Sabungan, kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara.

Dalam kegiatan pelaksanaan tersebut dilaksanakan di hotel debang resort desa Silalahi 3. Kegiatan ini direncanakan berjalan selama sehari, dan dalam kegiatan ini akan dilaksanakan pelatihan, penyampaian materi serta meninjau lapang.

Kepala Disparbud Dairi melalui Kabidnya Ritmo Padang Batanghari membuka kegiatan tersebut, dalam kata sambutannya beliau menyampaikan agar seluruh peserta dapat benar-benar serius untuk mengikuti seluruh kegiatan tersebut, dan bagi peserta yang kedapatan mengantuk disaat berjalannya pelatihan, agar DR Sumihar Sebastiana Sitompul langsung mengeluarkan perserta tersebut, tegas Ritmo.

DR Sumihar Sebastiana Sitompul sebagai narasumber dari Politeknik Pariwisata Medan ketika diwawancarai mengatakan bahwa dalam kegiatan pelaksanaan acara ini saya akan membahas topik pembangunan SDM melalui pemasaran pariwisata di objek destinasi wisata dengan menggunakan digital, dan nanti akan ada beberapa topik yang akan disampaikan oleh beberapa narasumber.

DR Sumihar Sebastiana Sitompul bercerita, ia sudah beberapa kali datang ke kecamatan Silahisabungan ini, yaitu di di Desa Silalahi 3 melalui Pokdarwis Silalahi 3.

Pertama sekalinya saya akan cari tau dulu serta mengalih potensi dari setiap desa wisata tao Silalahi dan sesudah itu masyarakat harus tau dimana kekuatan mereka, setelah itu mereka harus tau bagaimana cara memasarkan objek-objek wisata tersebut.

Ketika awak media menanyakan apa kendala dalam pengembangan pariwisata di kecamatan ini, beliau menjawab bahwa selama ini sudah banyak dilakukan pelatihan-pelatihan, bukan hanya dari Disparbud saja namun sudah melibatkan beberapa dinas-dinas lain, nah sekarang yang diperlukan adalah pendampingan.

Jadi tidak sekali pelatih lalu terputus, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan, monitoring, evaluasi dan harus dilakukan secara berkesinambungan, agar hasil yang didapatkan lebih maksimum, bagaimana pun dalam pengembangan serta meningkatkan pariwisata kita harus melibatkan peran serta setiap stakeholder yang ada.

Kalau saya, lebih menyoroti SDM (Sumber Daya Manusia) nya, karena bagaimanapun baiknya, bagusnya fasilitas, aksesibilitas, disinikan sudah bagus (sebut DR Sumihar Sebastiana Sitompul) tapi kalau SDMnya kurang memadahi kopentensinya maka itu tidak akan maksimum, jelasnya.

Ditanya mengenai trobosan apa yang akan dilakukan untuk memajukan pariwisata di kabupaten Dairi, beliau menjawab itulah perlunya peran kepala Desa untuk mengsuport, mendorong setiap pokdarwis di desa-desa wisatanya.

Dan kepala Desa, setiap ada pelatihan-pelatihan sudah sebaiknyalah dapat diikut sertakan terlibat, sehingga mereka mengetahui cara dalam mengembangkan objek-objek wisata yang ada di desanya, mereka dapat berinovasi ketika kepala Desa dan pokdarwis dapat sejalan, ada harmonisasi antar kepala Desa dan pokdarwisnya, tutur DR Sumihar dengan tegas.

Narasumber lain, Thomas Ginting sebagai konten kreator menambahkan bahwa sosmed seperti instagram, tiktok, youtube, facebook sangatlah mendukung dalam mengembangkan pariwisata, Thomas menambahkan saat bincang-bincang dengan awak media bahwa anak-anak muda pastilah lebih mampu dalam memanfaatkan digital dijaman digitalisasi saat ini, sehingga ia berharap lebih banyak perserta pelatihan diisi oleh anak muda.

Ditempat lain, saat awak media mengwawancarai salah seorang kepala desa yang ada di kecamatan Silahisabungan yang namanya tak ingin dicantumkan, beliau mengatakan bahwa itu semua “Film sibegu-begu” dalam kegiatan ini saja desa kami tidak dilibatkan dan diundang, baik itu pokdarwis, warga maupun aparat desanya.

Jadi ngimana pula kepala desa dapat terlibat, kalau mereka (Pelaksana Kegiatan) memilih-milih orang untuk menjadi peserta dalam satu kegiatan, kita kalau diikut sertakan untuk terlibat, pasti kita sebagai kepala desa dapat hadir, tapi kami tidak dilibatkan ia mau bilang apa, cetusnya.

Dalam pantauan awak media yang langsung meliput kegiatan tersebut melihat hanya 1-2 peserta yang hadir sebagai pengelolaan homestay (Pengusaha), 1-2 saja dari pengiat tenun ulos, 1 peserta dari pengusaha kuliner, dan hal tersebut kami tanyakan kepada Kabid Disparbud Dairi beliau hanya mengatakan Ya…karena hanya itu (jawab Ritmo), padahal mereka para pelaku usaha yang seharusnya mendapatkan pelatih dalam kegiatan tersebut.

Banyaknya pokdarwis yang ada di kecamatan Silahisabungan yang tidak dilibatkan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, seorang warga yang namanya tidak ingin disebutkan menyampaikan bahwa itu perlu diduga kegiatan tersebut hanya untuk menghabiskan anggaran dan tidak tepat sasaran, tahulah kita inikan mau akhir tahun ia habiskan anggaran biar ada datang lagi untuk tahun depannya.

Sambung warga, kan sudah liat sendiri? kegiatan tersebut di laksanakan atas kerjasama dengan Disparbud Dairi dan dari Disparbud Provinsi Sumut, makanya yang hadir dari 47-50 peserta, ada sekitar 20an lebih itu dari pegawai Disparbud Dairi, jadi saran saya, kalau mau buat pelatihan untuk pegawai Disparbud Dairi jangan nompang kegiatan dari pelatihan yang seharusnya warga atau pelaku wisata, Disparbud Dairi harus membuat kegiatan sediri dalam peningkatan SDM pegawainya, ini karena ada uang penganti ongkos/uang transport mereka suruh semua pegawainya terlibat, sungguh memperihatikan, ujar warga tersebut dengan tegas. (Patia)