Eks Ketua PK Bantargebang: Kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Bekasi Saat Ini Kusut

PARAMETER TODAYS.com, Bekasi – Eks Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Bantargebang Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Bekasi, R. Suciati Soerjadi mengatakan bahwa saat ini Kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Bekasi kusut.

“Keraguan publik pun sangat terlihat jelas, bahwa banyak pendapat minor mengenai Kepengurusan hari ini. Ketua dan Sekretaris berasal dari keluarga terpidana kasus korupsi yang menghebohkan Kota Bekasi belakangan ini, dimana Ketua DPD adalah anak kandung dari pelaku utama kasus korupsi yaitu mantan Wali Kota Bekasi yang terjaring OTT KPK. Sementara, Sekretaris adalah adik dari mantan Camat Rawalumbu yang juga tersangkut kasus gratifikasi dan sekarang sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor. Jadi, menurut kami Kepengurusan DPD Partai Golkar Kota Bekasi saat ini kusut,” papar Suci, Rabu (5/10/2022).

Kondisi ini, sambung Suci, juga diperparah dengan banyaknya Pengurus yang mengundurkan diri. “Termasuk saya yang ditunjuk menjabat sebagai Wakil Sekretaris. Saya sudah mengundurkan diri dari Kepengurusan Ade Puspitasari,” ungkap Suci.

Katanya, sekarang ini banyak pendapat masyarakat yang memprediksi bahwa Partai Golkar akan banyak ditinggalkan pemilih dibawah Kepengurusan saat ini. Bayangkan, pada saat Ketua DPD Golkar Kota bekasi dan Walikota masih di jabat oleh Rahmat Effendi, Partai Golkar pada Pileg 2014 dan 2019 hanya mendapatkan 8 kursi Legislatif. Padahal, dengan kekuasaanya yang mampu memaksa ASN mendukung Golkar saat itu, seharusnya Golkar bisa mendapatkan suara signifikan. Dan sangat tidak sebanding dengan PDI Perjuangan juga PKS yang masing-masing mendapat 12 kursi di Kalimalang,” ungkap Suci

Lanjut Suci, kondisi hari ini sangat memprihatikan. Stigma Pengurus yang masih terkait dengan koruptor akan menyebabkan psikologi publik yang tidak berpihak pada Partai Golkar. Hal itu dampak rasa kekecewaan masyarakat pada Wali Kota yang terjerat korupsi. Dan akan ditumpahkan kepada Partai Golkar Kota Bekasi. Maka, alasan ini yang mungkin membuat DPP Golkar melalui Mahkamah Partai mengagendakan Sidang Kasus gugatan sengketa DPD Golkar Kota Bekasi pada hari Jum’at 30 September 2022.

“DPP Partai Golkar pasti mencermati dinamika yang berkembang. Makin dekatnya hajat Pemilu, mengharuskan DPP berbenah dan melihat realitas yang ada. Pergantian Kepengurusan DPD Golkar Kota Bekasi adalah konsekuensi logis. Partai Golkar Kota Bekasi harus diselamatkan. Yang pasti, keresahan Kader Golkar akan selalu ada jika Jabatan Ketua DPD Kota Bekasi dijabat oleh Ade Puspitasari,” tandas Suci dengan nada tegas. (Baho/Yud)