PARAMETER TODAYS.com, Bekasi – Ketua Forum Komunikasi Intelektual Muda (FORKIM) Mulyadi mengapresiasi kinerja Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi atas penegakan hukum atas upaya membersihkan Indonesia dari korupsi, tanpa menimbulkan kegaduhan.

Hal ini disampaikan terkait penangkapan tersangka NH Ketua Pengurus Koperasi Saung Bekasi dalam perkara dugaan korupsi Pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) Tanah dan Bangunan pada Sertifikat Hak Milik (SHM) Nomor 5 Tahun 1998 An.

Mulyadi mengatakan, berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 tahun 2020 tentang Barang Milik Daerah (BMD) Pemerintah Kabupaten pasal 33 ayat dua (2) yang berbunyi, “pemanfaatan BMD dilaksanakan berdasarkan pertimbangan teknis dengan memperhatikan kepentingan daerah dan kepentingan umum”.

Dikatakan Mulyadi, Pemerintah Kabupaten Bekasi harus melaksanakan Perda terkait BMD dimana aset yang dimiliki bisa dimanfaatkan oleh kepentingan masyarakat umum khususnya masyarakat Kabupaten Bekasi.

“Saya yakin, penangkapan tersangka yang baru saja dilakukan oleh team Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi pasti akan berkelanjutan dan dapat membuka aktor mafia korupsi yang ada di kabupaten Bekasi hingga dipersidangan nanti. Kejari kabupaten Bekasi harus tetap tajam dalam memutus mata rantai korupsi. Kali ini Rakyat akan melihat dan menilai kesungguhan Kejari Kabupaten Bekasi dalam penegakan hukum dan pemberantasan korupsi. Tindakan yang dilakukan betul-betul ditujukan sebagai upaya penegakan hukum dan memberi efek jera bagi para koruptor,” ungkapnya.

Mulyadi menegaskan, bahwa maling uang rakyat seperti yang dilakukan Bupati sebelumnya berpotensi dapat terjadi kembali korupsi.

“Kejahatan tindak pidana korupsi selalu dilaksanakan secara rapi oleh para pelakunya. Biasanya, para pelaku telah mempersiapkan segala skenario yang akan terjadi jika sewaktu-waktu tindakan yang mereka lakukan telah tercium oleh aparat berwajib,” tutupnya. (Baho/Toni)