Gencatan Senjata Hamas – Israel Dimulai

GAZA – Gencatan senjata antara Hamas dan Israel dimulai Jumat (21/5/2021) pada jam yang ditentukan oleh mediator Mesir dan Presiden AS Joe Biden. Amerika berjanji akan menyelamatkan kehancuran akibat pertempuran terparah dalam beberapa tahun dengan bantuan kemanusiaan bagi rakyat di Jalur Gaza.

Hitungan mundur gencatan senjata pukul 02:00 waktu setempat, roket Palestina masih berlanjut dan Israel membalasnya dengan serangan udara.

Masing-masing pihak mengaku siap membalas pelanggaran gencatan senjata apa pun oleh pihak lawan. Kairo mengatakan akan mengutus dua delegasi guna memantau gencatan senjata.

Hamas, kelompok yang menguasai Jalur Gaza, merencanakan perayaan atas gencatan senjata ini.

Sejak pertempuran berlangsung pada 10 Mei, pejabat kesehatan di Gaza menyebutkan bahwa 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak, tewas dan lebih dari 1.900 orang terluka.

Sedangkan Otoritas Israel menyebutkan jumlah korban tewas di Israel sebanyak 12 orang, dengan ratusan orang dirawat karena cedera akibat serangan roket yang menyebabkan kepanikan dan membuat warga mengungsi.

Israel juga mengaku telah menewaskan setidaknya 160 petempur di Gaza.

Di tengah maraknya peringatan gobal, Biden mendesak Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu agar mengupayakan deeskalasi. Sementara Mesir, Qatar, dan PBB berupaya untuk melakukan mediasi.

Dalam pidato pada Kamis (20/5), Biden menyampaikan belasungkawa untuk Israel dan Palestina. Ia juga mengatakan Washington akan bekerja sama dengan PBB dan pemangku kepentingan internasional lainnya memberikan bantuan cepat kemanusiaan untuk Gaza.

Menurut Biden, bantuan akan dikoordinasikan dengan Otoritas Palestina (PA), bukan Hamas. PA adalah yang dikelola Presiden Mahmoud Abbas dan berbasis di Tepi Barat. Ini dengan syarat tidak mengizinkan Hamas memasok kembali persenjataan militer mereka.

Hamas dianggap sebagai kelompok teroris oleh Barat, Israel dan sebagian negara di Timur Tengah. Hamas sebelumnya menuntut agar setiap penghentian pertempuran di Gaza dibarengi dengan penarikan mundur pasukan Israel di Yerusalem. Pejabat Israel mengatakan kepada Reuters bahwa tidak ada syarat seperti itu dalam gencatan senjata. (jay)