H Didi O Affandi: Kriteria Calon Ketua Umum KONI Harus Bisa Menjalin Komunikasi

PARAMETER TODAYS, Jakarta – Calon Ketua Umum harus bisa menjalin komunikasi dengan Gubernur dan DPRD DKI Jakarta serta mampu melobi pengusaha untuk pinjam dana talangan. Demikian disyaratkan Wakil Ketum KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) H. Didi O Affandi sebagai kriteria calon Ketua Umum sehubungan akan berakhirnya kepengurusan lama pada Maret 2022.

“Saat ini setidaknya ada enam tokoh yang bakal meramaikan bursa pemilihan, tiga dari kalangan internal dan tiga dari luar,” ungkap Didi pada acara dialog dengan wartawan di Hotel Mercure, Jl Raya Sabang, Jakarta Pusat, Senin (17/1/2022).

Dialog itu sendiri diprakarsai Nauli Silitonga selaku Pengamat KONI DKI.

Didi mengatakan bahwa enam tokoh yang saat ini ramai dibicarakan dalam pencalonan Ketum periode 2022-2026 adalah tiga orang dari internal yakni inkumben Ketum Djamhuron, Wakil Ketum Hidayat Humaid, dan I Gde Sarjana.

Adapun tiga orang dari luar adalah Aryo Djojohadikusumo, Ngabalin, dan Dody Ammar. “Menurut prediksi saya, orang-orang tersebut bakal meramaikan bursa pemilihan Ketum,” papar Didi yang juga Ketua Serikat Pengusaha Reklame Jakarta (SPRJ).

Ketika ditanya wartawan dari enam sosok tersebut siapakah menurutnya yang paling pas, Didi berpendapat bahwa Hidayat merupakan sosok yang paling pas.

“Dari segi pengalaman, usia, fisik, wawasan, dan lainnya sangat memenuhi kriteria,” kata Didi.

Ia menambahkan untuk menjadi Ketum usia sebaiknya di bawah 60 tahun dan punya fisik yang bagus sehingga bisa memotivasi para atlet di berbagai cabang olahraga (cabor).

“Hidayat selain Wakil Ketum II juga punya gelar doktor,” imbuhnya.

Selqin itu sosok Ketum harus punya kemampuan ekonomi dan kemampuan melobi pengusaha. “Karena dana APBD untuk KONI cuma Rp 50 miliar. Ini sangat kurang untuk dibagikan kepada 12 cabor yang masing-masing membina 800-an atlet di Pelatda,” tukas Didi.

Didi mengakui bahwa Ketua DPRD Prasetyo Edi Marsudi menjanjikan akan menambah dana pembinaan sekitar Rp 100 miliar lagi.

“Tapi dana itu cairnya kan menjelang akhir tahun. Sedangkan kegiatan kita ramai di pertengahan tahun. Jadi, Ketum harus bisa melobi pengusaha untuk meminjam dana talangan,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui masa kepengurusan Ketum Jamhuron Wibowo periode 2018-2022 akan berakhir pada bulan Maret mendatang. Untuk pemilihan calon Ketum mendatang akan dilakukan melalui musyawarah daerah (Musda) yang akan digelar pada akhir Maret di Jakarta. (mur)