HBB Minta Polisi Usut Dugaan Pembunuhan Fransisco Manalu

PARAMETERTODAYS, Jakarta – Ketua Umum Horas Bangso Batak (HBB) Lamsiang Sitompul, SH,.MH turut prihatin atas peristiwa naas yang dialami almarhum Fransisco Manalu yang diduga menjadi korban pembunuhan di Purwakarta, Jawa Barat.  HBB mendesak Polres Purwakarta, segera mengusut dan mengungkap kasus tersebut.

“Peristiwa ini sangat kita sesalkan. Kita minta agar kepolisian mengusut tuntas kasus dugaan pembunuhan Fransisco Manalu. Semua sama di mata hukum, jangan sampai pelaku justru dibebaskan dari jerat hukum,” kata Lamsiang kepada media, Rabu (16/6/2021) menanggapi peristiwa dugaan pembunuhan yang dialami Francisco Manalu warga Kelurahan Munjul Jaya Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta yang diawali dari peristiwa penculikan korban pada 29 Mei 2021 yang lalu dari tempat kerjanya Steamcuci Mobil Trijaya Purwakarta, Jabar.

Menurutnya, perbuatan keji hingga menghilangkan nyawa seseorang jelas melawan hukum yang berlaku. Untuk itu, Lamsiang yakin penegakan hukum di Indonesia sama bagi seluruh warga Negara.

“Yang pasti, ini menjadi perhatian Horas Bangso Batak. Kita akan koordinasi dengan rekan kita yang ada di daerah itu untuk melakukan pendampingan bagi keluarga,” ujar pengacara kondang itu.

Sebelumnya diberitakan, Sejak 29 Mei 2021, Francisco Manalu (40) warga Kelurahan Munjul Jaya Kecamatan Purwakarta Kabupaten Purwakarta diculik oleh orang tidak dikenal dari tempat kerjanya Steamcuci Mobil Trijaya. Pelaku penculikan diduga kuat dilakukan oknum yang sebelumnya terlibat dalam kasus pasal 170 KUHP di sekitar lokasi kerja korban tersebut.

Pihak keluarga juga telah melaporkan kejadian penculikan ayah dua orang anak itu ke Polres Purwakarta pada Senin 14 Juni 2021 dengan STPL No : STPL/507/VI/2021/SPKT.

Setelah pengaduan tersebut, Rabu pagi (16/6), dijelaskan ayah korban Jhonisah Pandapotan Manalu, keluarga mendapat informasi dari pihak aparat bahwa, korban Fransisco Manalu diduga telah dibunuh dan jasadnya dikubur di wilayah Cianjur. “Tadi pagi sekitar pukul 08.00 saya ditelpon, kalau anak saya dikubur oleh pelaku di daerah Cianjur. Mereka meminta persetujuan untuk digali dan dilakukan outopsi. Demi kepentingan hukum, kami mempersilahkan dilakukan sesuai prosedur untuk mengungkap kasus ini,”pungkas Jhonisah Pandapotan Manalu. (Bes)