Inilah Profil Singkat Martina boru Purba sebagai Calon Kepala Desa Sumbul Berampu

PARAMETERTODAYS, Dairi – Martina  Purba calon kepala Desa Sumbul Berampu, kecamatan Berampu, kabupaten Dairi, adalah sosok calon kepala desa yang akan membuat gebrakan dan inovasi baru didesa Sumbul berampu.

Kepada awak media pada Selasa (19/10) Martina Purba menjelaskan, bahwa Ia adalah Isteri dari  Pendeta gereja GPDI Rajawali juma petak, Pendeta bernama Josua sihombing.

Selain sebagai Isteri seorang Hamba Tuhan, Martina juga memiliki motto yang disadur dari suku Batak. Yaitu,  “Tattam na do tajom na, rim ni tahi do gogona” artinya bekerja sama untuk kemajuan desa.

Martina boru Purba adalah, wanita kelahiran Kalimantan yang gigih dan gesit memperhatikan perkembangan desa Sumbul Berampu. Hal itu terlihat dari upayanya yang memperbaiki desa nya dengan poin poin yang menarik.

Diketahui bahwa desa Sumbul Berampu terletak sekitar 9 km dari kabupaten. Tentu sangat jauh dengan objek wisata renang yang ada dikota Sidikalang. Maka beliau akan memberdayakan kekayaan sumber daya air didesa menjadi kolam renang. Tentunya dengan anggaran dana desa yang di poskan dibagian bumdes (badan usaha milik desa). Selain itu usaha air minum mineral juga akan menjadi sasaran. Dan pangkalan gas juga akan dibuat supaya masyarakat bisa membeli gas dengan harga net.

Diperkirakan beliau dengan adanya bumdes ini akan mendongkrak perekonomian desa. Desa Sumbul Berampu mayoritas dengan petani padi dan jagung. Martina akan memprioritaskan kebutuhan petani.  Misalnya pupuk  dan harga yang stabil.

Hasil tani menurut Martina Purba tidak akan bisa dikuasai oleh para tengkulak. Para warga Tani tidak bisa diberdaya oleh para tengkulak yang menguasai hasil pertanian yang membuat harga semena mena oleh karna keterikatan pinjaman. Dan beliau juga akan memperhatikan akses jalan jalan kepertanian.

Terkait dengan Objek wisata batu kerbo. Martins menegaskan akan di unggah  agar budaya adat dapat dilestarikan. Wisata sakral itu sekarang hampir tidak dingat warga karena tidak diperhatikan pemerintah desa.

Martina Purba bercita cita akan menciptakan generasi penerus di desa Sumbul Berampu wajib berpendidikan. Minimal satu orang akan menjadi sarjana dari satu rumah. Semua itu akan terlaksana bila ada kerja sama masyarakat dan pemerintah desa. Dan dapat menggunakan hasil usaha bumdes.

Di bidang kesehatan, Martina Purba ingin menuntaskan angka stunting (pertumbuhan anak yang tidak layak) kesehatan balita dan lansia. Sebagai wanita beliau ingin memajukan wanita seperti “kartini” agar ada kesetaraan baik pendidikan dan kedudukan. Namun tetap pada norma norma yang berlaku bahwa wanita itu tetaplah menjadi ibu rumah tangga yang dapat ditiru dan menjadi guru buat anak anak dan pendamping suami yang bermoral.

Di bidang Organisasi, Martina juga aktif pada kesatuan wanita gereja.    Dan selaku insan umat Tuhan, beliau selalu menabur kasih dan kebajikan terhadap masyarakat setempat.

“Semua saya kembalikan kepercayaan kepada masyarakat banyak, untuk kemajuan desa ini, “pungkas Martina Purba. (Gandali)