ITW: Jalur Sepeda Saat Ini Kurang Efektif, Pemerintah Fokus Mengurus Transportasi Massal

PARAMETERTODAYS, Jakarta – Sejak awal sudah diingatkan, membuat jalur sepeda permanen di jalan protokol Thamrin -Sudirman untuk saat ini kurang efektif. Karena jalur sepeda berpotensi menyebabkan pesepeda mengalami kecelakaan.

Hal itu dilontarkan Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan menyikapi masalah jalur sepeda permanen di Jakarta yang menuai polemik.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit menganggap jalur khusus sepeda itu harus dibongkar. Banyak pihak setuju, salah satunya PDIP. Menurut Edison Siahaan, sejatinya jalur khusus dan permanen bagi sepeda kurang cocok di negeri yang beriklim tropis.

Apalagi jumlah sepeda yang melintasinya belum sebanding dengan biaya untuk menyiapkan fasilitas dan perawatan jalur khusus itu.. Bersepeda bagi masyarakat perkotaan seperti Jakarta cenderung masih sebagai life style, bukan transportasi.

Maka kalau mau bikin jalur sepeda rute areanya harus diarahkan ke wilayah khusus yang tidak bersinggungan dengan jalur lalu lintas ramai dan padat seperti jalan protokol Jakarta.

“Atas dasar itulah kita menilai penyediaan jalur sepeda permanen itu tidak diawali dengan penelitian yang komprehensif sehingga hasilnya tidak memberikan efek positif bagi pengguna jalan. Agar tidak memicu permasalahan baru, sebaiknya jalur sepeda itu ditiadakan dengan segala konsekuensinya,” kata Edison.

ITW juga menyarankan agar pemerintah lebih fokus untuk menyediakan transportasi umum atau massal yang terintegrasi ke seluruh pelosok dan terjangkau secara ekonomi masyarakat penggunanya.

Artinya masyarakat Ibukota dan kota-kota besar lainnya di Indonesia jangan lagi bertanya sampai jam berapa angkutan umum beroperasi. Pemerintah tidak boleh membiarkan jantung kota terus berdenyut 24 jam tanpa angkutan umum. (Bes)