Kampanye Komunikasi Pemerintah Belum Maksimal tentang Bahaya Covid-19

Foto: Ilustrasi Kerumunan di Lokasi Wisata (ist)

PARAMETER TODAYS, Jakarta – Pakar Komunikasi Universitas Pelita Harapan (UPH) Emrus Sihombing mendorong pemerintah meningkatkan kampanye edukasi tentang bahaya COVID-19 kepada masyarakat.

Kepada Parameter Todays, Sabtu (29/5), Emrus mengatakan hal itu penting dilakukan menyusul masih banyak pelanggaran protokol kesehatan seperti mudik dan berkerumun di lokasi objek wisata selama libur Idul Fitri 2021.

“Atas dasar itu dapat saya katakan bahwa efek atau kampanye komunikasi yang dilakukan pemerintah dapat saya sebut belum maksimal,” ujar Emrus.

Emrus pun meminta Satgas Penanganan COVID-19 untuk semakin bekerja keras mengedukasi masyarakat tentang bahaya virus mematikan tersebut.

Dia mengusulkan agar ada dana khusus yang digelontorkan pemerintah untuk mengubah perilaku masyarakat agar semakin patuh menerapkan protokol kesehatan.

Dana tersebut, kata dia, dapat digunakan untuk kepentingan kampanye di surat kabar, media sosial, mendesain pesan kreatif, serta menggandeng tokoh-tokoh publik dan pemengaruh (influencer) untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya COVID-19 dan cara pencegahannya.

Selain itu, dia juga mendorong agar pakar sosiologi, psikologi, dan komunikasi di berbagai perguruan tinggi dilibatkan dalam program edukasi tersebut.

Emrus yakin jika perilaku masyarakat telah baik, maka penyebaran COVID-19 di berbagai daerah dapat ditekan.

“Kalau penanganan di hulu bagus, perilaku kita sudah bagus, maka COVID-19 itu tidak akan menyebar,” kata pendiri EmrusCorner itu.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan saat ini mulai terjadi tren kenaikan kasus aktif nasional COVID-19 yang harus diwaspadai usai pelaksanaan libur Lebaran.

Kasus aktif harian yang terkonfirmasi per 26 Mei 2021 sebanyak 96.187 tersebut mulai mengalami tren peningkatan, yang dalam beberapa hari terakhir berada pada kisaran di atas 5.000 kasus per hari. (Baho)