Keluarga Ria Hutapea Tolak Dinyatakan Covid 19 Tanpa Sweb

PARAMETERTODAYS, Dairi – Pihak keluarga almarhum, J. Hutapea yang diwakili oleh putrinya, Ria Hutapea tidak terima dinyatakan positif terkonfirmasi Covid 19 oleh petugas kesehatan Puskesdes Sumbul, kabupaten Dairi, Prov. Sumatera Utara.

Pasalnya, pihak Ria Hutapea menemukan adanya sejumlah kejanggalan dalam penyematan positif terkonfirmasi Covid 19 dari petugas medis. Menurut Ria Hutapea, kejanggalan pertama, yakni, informasi atau pernyataan resmi bahwa pihak keluarganya dinyatakan terkonfirmasi Covid 19, disampaikan 3 hari setelah,  pemakaman Ibundanya (Almarhum H. Boru Panggabean) pada tanggal 22 Mei 2021.

“Padahal, selama kami mendampingi almarhum Ibunda kami, tidak ada pernyataan dari pihak Puskesdes yang menyatakan, bahwa ibunda kami positif Covid 19. Kami tidak ada pernyataan resmi atau hasil sweb dari pihak Puskesdes Sumbul.Tapi, setelah tiga hari Ibu saya dikebumikan baru ada informasi dari pihak Puskesmas. Itu kejanggalan pertama,”ujar Ria Hutapea kepada Parametertodays.com di Dairi, Kamis (17/9).

Lalu kejanggalan yang kedua tutur Ria, dengan dinyatakannya, Ibundanya Covid 19. Pihak Puskesdes memutuskan agar dilakukan tindakan Isolasi mandiri terhadap sejumlah anggota keluarganya, yakni, Punguan Sinaga, Donal Pasaribu, Anugrah Pasaribu, dan Gersito Simbolon. Padahal, selama ini, Ria Hutapea dan adeknya, Epra Hutapea lah yang selalu mendampingi almarhum Ibundanya selama perawatan kesehatan.

“Kejanggalan yang ketiga, soal obat obatan yang diberikan pihak Puskesdes kepda pihak keluarga saya yang sedang menjalani isolasi mandiri. Tapi, jumlah obatnya, hanya tiga bungkus. Padahal, yang diisolasi kan 4 orang. Soal, proses pemakan ibunda saya yang berlangsung singkat, yang sempat kami dengar jadi alasan pihak Puskesmas. Itu kami lakukan karena permintaan, Bidan Boru Sitanggang. Hal itu tidak tepat dijadikan alasan oleh pihak Puskes,”tambah Ria Hutapea.

Untuk itu kata Ria menjelaskan, pihaknya meminta pertanggungjawaban dari pihak Puskes. Karena, akibat dari tindakan pihak Puskes, keluarga Besar Ria Hutapea telah mengalami kerugian materil dan kerugian secara sosial. Kerugian secara sosial yang dialami akibat dinyatakan terpapar Covid 19, semua warga menjauh dari mereka.

“Saya mewakili keluarga minta tanggung jawab Bidan Desa yang selama ini merawat almr.Ibunda kami. Karena, tidak pernah bilang kalo ibu kami terkonfirmasi Covid19. Sampai saat ini kami menunggu niat bauk dari pihak Puskes Sumbul, Tapi belum ada samasekali. Kami juga minta Pemerintah Kabupaten Dairi turun tangan untuk masalah ini. Karena, kami merasa dirugikan secara sosial dan materi. Banyak kerugian yang kami alami sampai saat ini. Sebab kami belum bisa diizinkan untuk berkontaraksi dengan masyarakat. Bahkan, masyarakat pun menjauh dari keluarga besar kami biarpun sudah selesai isolasi mandiri,” pungkasnya. (Gandali / L.sagala / Amudi Purba)