PARAMETER TODAYS.com, Toba – Kongres 1 Kebudayaan Batak Toba telah  diselenggarakan pada tanggal 20-22 Oktober 2022 bertempat di T.B. Silalahi Center, Balige. Adapun tema kongres ini adalah, “Penguatan Identitas Budaya Di Tengah Interaksi Global”.

Dalam sambutannya melalui aplikasi Zoom, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Republik Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan bahwa Kongres Kebudayaan Batak Toba sangat penting untuk menguatkan identitas budaya di tengah interaksi global yang harus dihadapi sekarang ini dan dimasa mendatang.

“Kita tidak hanya hidup di tengah-tengah orang Batak lagi di sekitar Kawasan Danau Toba, tetapi berada pada interaksi masyarakat global, baik di diaspora nasional maupun diaspora global dan di luar negeri,” ujar Luhut dalam sambutannya.

Sementara itu, Ketua Umum Kongres I Kebudayaan Batak Toba Prof. Dr. Robert Sibarani, M.S menjelaskan bahwa tema Kongres Penguatan Identitas Kebudayaan di Tengah Interaksi Global terdiri dari empat topik, yakni (1) Pedoman Penulisan Aksara Batak Toba, (2) Pedoman Ejaan Bahasa Batak Toba, (3) Tata Bahasa Batak Toba, dan (4) Film Dokumenter Peninggalan Budaya Batak Toba di Luar Negeri.

Pembukaan Kongres 1 Kebudayaan Batak Toba yang dilaksanakan oleh Program Studi Sastra Batak, Fakultas Ilmu Budaya USU ini, dimulai dengan upacara nasional kemudian diskusi panel, talk show, diskusi film dokumenter dan benda-benda budaya di luar negeri serta diselingi dengan tampilan berbagai atraksi budaya Marmonsak (Pencak Silat), Sihali Aek Tipang, kolaborasi seni budaya dari Disbudparsu.

Photo: Lambok F Sihombing S.Pd, Ketua Umum Pemuda Batak Bersatu (PBB), Daniel Limbong Ketua Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) IT Del, Alma Naibaho, S.E, M.M (fashion designer), Dr. Erika Pardede dan Tiomora Sitanggang, S.T, M.M.

Pada hari kedua kongres acara tayang bincang (talk show) mengangkat topik, “Peran Generasi Muda dan Perempuan Dalam Upaya Pelestarian dan Revitalisasi Bahasa dan Budaya Batak Toba”, menghadirkan  Lambok F Sihombing S.Pd, Ketua Umum Pemuda Batak Bersatu (PBB), Daniel Limbong Ketua Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) IT Del, Alma Naibaho, S.E, M.M (fashion designer), Dr. Erika Pardede dan Tiomora Sitanggang, S.T, M.M.

Alma Naibaho, sebagai perancang busana (fashion designer) dari Jakarta mengungkapkan bahwa yang dilakukannya adalah membuat rancangan baju berbasis Ulos Batak dan Batik Motif Gorga Batak.

Dia menyerukan, “Mari kita cintai produk budaya kita sendiri sebagai identitas kita orang Batak Toba”.

“Bahasa Batak Toba dan Ulos merupakan identitas budaya saya, maka saya berusaha berbahasa Batak Toba di rumah dan kepada teman-teman orang Batak dan merancang baju-baju dengan kreativitas berbasis ulos Batak sebagai bentuk kecintaan saya terhadap budaya Batak dan ikut berperan dalam pelestarian budaya Batak Toba, khususnya dalam pemanfaatan ulos Batak dalam bidang fashion,” ungkap Alma Naibaho.

Photo: Alma Naibaho (fhasion designer) bersama Model.

Pada hari ketiga penutupan Kongres 1 Kebudayaan Batak Toba, acara fashion show menampilkan baju-baju rancangan berbasis ulos Batak dan batik motif gorga Batak dari desainer Alma Naibaho, S.E, M.M.

Dan Tema baju disesi pertama adalah The Forties, memakai kain tenunan tangan ulos Ragi Hotang, Sibolang dan Mangiring. Sesi kedua menampilkan baju pengantin berekor (bridal gown) memakai aplikasi kain tenunan tangan Sadum dan Mangiring serta kebaya dengan rok yang memakai kain ulos Ragi Hotang dan kain batik motif gorga Batak Toba dilengkapi dengan sortali dan topi berbentuk rumah Batak Toba dari kain ulos dan batik motif gorga Batak Toba.

Dan diakhir acara, Komunitas ALUSTAIDA (Alumni USU Pecinta Seni dan Budaya) yang dipimpin oleh Prof. Robert Sibarani dan Prof. Albiner Siagian menampilkan musik uning-uningan yang dipandu oleh maestro musik tradisional Batak Toba, Martahan Sitohang dilengkapi instrumen gitar oleh Van Ryzal Purba. Dalam acara ini,  lagu-lagu komposer Nahum Situmorang juga dibawakan oleh Prof. Albiner Siagian dan Alma Naibaho. (Baho)