LMD -1 BKPRMI, “Kader Dakwah yang Tangguh dan Berahklak”

PARAMETER TODAYS, Balikpapan – Upaya menciptakan kader dakwah yang mumpuni serta tangguh menghadapi berbagai tantangan zaman tentu tidak mudah. Apalagi di era digital saat ini, tentu seribu bahkan berjuta tantangan akan dihadapi. Hal ini salah satunya disebabkan oleh terbukanya arus informasi yang dapat di akses dengan mudah oleh masyarakat. Tanpa dibenahi kemampuan untuk menyaring, memilah milih serta mengelola sebelum menerima informasi tersebut. Apalagi kader yang akan dibentuk tak semua berlatar belakang pendidikan formal, terkhusus berlatar belakang pesantren atau pendidikan agama. Tentu ini merupakan tantangan tersendiri juga bagi penciptaan kaderisasi dakwah.
Hal inilah yang akan dijawab dan diwujudkan oleh BKPRMI Kota Balikpapan lewat LMD.1 (Latihan Manajemen Dakwah). Latihan ini dilaksanakan selama 3 hari 2 malam dari tanggal, 15 – 17 oktober di Aula Guest House Nur Azizah Kampung Timur. Dan telah dibuka oleh Camat Balikpapan Utara kemarin, tanggal, 15 oktober 2021, mewakili Walikota Balikpapan yang saat dibuka sedang bertugas ke Pontianak.

BKPRMI yang merupakan singkatan dari Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia yang berdiri sejak 3 september 1997 atau 19 Ramadhan 1397.H di Masjid Istiqomah kota Bandung. Tentunya dalam hal pengkaderan Pemuda Remaja Masjid tidak diragukan lagi.

Dengan umur yang cukup matang, tak ayal pengalaman dakwah di dalam Masjid sudah merupakan keseharian mereka. Dan hal ini jugalah salah satu motivasi yang tak terbantahkan bagi pengurus BKPRMI Kota Balikpapan. Untuk tetap semangat melaksanakan Latihan Manajemen Dakwah angkatan pertama.

Dan yang paling menggembirakan lagi bagi panitia, seluruh kalangan mendukung acara tersebut, termasuk mendapat izin dari team Gugus covid.19. Yang tentunya dengan syarat tetap menjaga protokol kesehatan bagi seluruh peserta dan undangan.

Dalam kesempatan tersebut banyak juga pejabat yang hadir, mulai dari perwakilan wali kota Balikpapan, ketua MUI, Kemenag, dari Polres, bahkan dari Jakarta seperti Dirmas LPPDSDM, Kabid Diklat LPPDSDM, kabid PRM – LPPDSDM. Juga dihadiri seluruh anggota pengurus BKPRMI se Kota Balikpapan bahkan ada peserta dari PPU. Tak lupa juga dihadiri Ormas – ormas penyangga BKPRMI diantaranya LBHA, Brigade BKPRMI, LPPDSM – BKPRMI.

“Alhamdulillah sangat senang melihat antusias anggota mengikuti acara ini. Tentunya kita berusaha, berihktiar, dengan harapan, generasi kedepan lebih baik. Seperti kata pepatah, pemuda di hari ini adalah harapan di hari esok, maju mundurnya suatu negara atau peradaban, tergantung pemuda hari ini. Kita berharap kader – kader BKPRMI merupakan kader yang tangguh, berkwalitas tak mudah menyerah. Bahkan kita berharap, dari kader BKPRMI lahir pemimpin – pemimpin bangsa, mulai dari walikota, mentri, bahkan president”.pungkas ketua panitia Ustadz Endang Mohammad Jaelani dengan sangat semangat.

Sementara itu Nanang Jahidin. S.sos.i Kabid Diklat – LPPDSDM Pusat menyampaikan dalam sambutannya,” Diharapkan dengan adanya Diklat ini dapat melahirkan kader – kader dakwah militan siap terjun ke masyarakat yang konfrehensip dalam bingkai NKRI. BKPRMI merupakan organisasi multi partai, ormas. Harapan kedepan BKPRMI menjadi plopor utama dakwah di masyarakat, yang saat ini sedang di obok – obok. Dapat saya tambahkan juga bahwa usulan LMD ini merupakan usulan tahun 2018 yang merupakan amanah AD / ART BKPRMI. Kita sudah keliling dari ujung Sumatera sampai ke Papua, Alhamdulillah sudah banyak yang melaksanakan LMD ini. Kita berharap semua akan melaksanakan, karena penting untuk pengkaderan,” imbuhnya dengan penuh harap.
Didukung oleh cuaca yang cukup cerah, antusias peserta sangat tinggi. Peserta yang hadir saat itu menurut panitia mencapai 100 orang lebih.

Ketika media ini juga menanyakan biaya pelaksanaan kepada salah satu panitia. Beliau mengatakan bahwa peserta pelatihan hanya dipungut biaya Rp.50.000,- untuk biaya sertifikat. Sementara untuk snack di bantu ketua DPRD, sedangkan konsumsi dibantu pemerintah kota. Sedang biaya lainnya merupakan bantuan donatur, dermawan,juga peserta yang bersimpati yang tak mengikat. Istilah mereka acara itu dari kita untuk kita.

Sementara itu dalam sambutannya Kemenag Balikpapan H.M.Muslikh Marpaung S.pd. menyampaikan,” Harapan kita tercipta kader dakwah yang mumpuni, yang tangguh, berakhlak. Bisa mengikuti perkembangan zaman. Diharapkan juga hal ini akan terus berkelanjutan. Juga semoga tercipta kader dakwah yang tau pangsa pasar, kemana dia berdakwah, sama siapa dia berdakwah. Sehingga apa yang dia sampaikan mudah dipahami yang mendengar, “dengan singkat namun dalam akan maknanya.

“Kita sangat memahami bahwa tugas pendakwah tidaklah mudah, selain menerangkan, pendakwah juga harus mampu.mencerahkan wawasan ummat, oleh karena itu sebagai pendakwah harus memiliki kapasitas untuk membahas persoalan ummat dalam sudut pandang islam secara runut dan konferehensif.
Saya meminta agar para pendakwah agar senantiasa menyuarakan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan dan agar ummat tidak menggunakan perbedaan agama sebagai alasan perselisihan, karena kita adalah saudara sebangsa yaitu bangsa Indonesia. Apalagi kota Balikpapan memiliki agenda penting yaitu mempersiapkan diri sebagai penyangka ibukota.” demikian disampaikan oleh Walikota Balikpapan dalam sambutannya yang dibacakan oleh camat Balikpapan Utara, sekaligus membuka acara.

LMD merupakan pintu masuk kaderisasi, bagaimana metodologi dakwah, dakwah yang menyejukkan, upaya menciptakan masyarakat yang Marhamah.
Dalam kesempatan lain, media ini juga sempat mewawancarai sekretaris panitia, Edi Purwanto. Hampir senada dengan ketua panitia, beliau mengatakan, ” Upaya BKPRMI, merupakan upaya menciptakan kader dakwah yang tidak mudah mengeluh, menyerah, putus asa, pandai bermasyarakat dan pandai mengambil hati masyarakat. Menjadi contoh teladan di masyarakat dalam menerapkan nilai – nilai Islam,”imbuhnya ketika bincang santai di belakang.

Ketika media ini kembali menanyakan ketua panitia prihal keakuratan LMD.1 dalam menciptakan kader dakwah dengan optimismenya beliau mengatakan Insya Allah dengan izin Allah serta ketekunan peserta diharapkan tercapai.

“Dan memang semua tidak semudah membalik telapak tangan, namun ikhtiar tetap kita jalankan. Hal ini kita harapkan tidak cukup sampai disini saja, aka berkelanjutan,” ungkap Ustadz Endang Mohammad Jailani lagi menutub pembicaraan dengan media ini. (Rahmad Lubis)