PARAMETER TODAYS.com, Bekasi – Ketua LSM-CWB (Corruption Watch Barometer) Henry Hutapea berharap Pj Bupati Bekasi Dani Ramdan bisa konsisten terhadap pernyataannya dalam menentukan pilihannya terhadap para calon pejabat eselon 2  yang saat ini mengikuti open Bidding.

Selain itu, Pj Bupati Bekasi juga diminta untuk menempatkan para pejabat yang akan mengisi kekosongan jabatan Tinggi Pratama di Kabupaten Bekasi tersebut harus sesuai dengan keahlian dan keilmuan atau latar belakang akademisnya.

“Saat ini tahapan open Bidding sudah selesai, untuk itu kita berharap Pj Bupati Bekasi bisa konsisten dengan pernyataannya dalam memilih pejabat yang akan mengisi eselon 2,” ujar Henry.

Menurut Henry, sesuai pernyataan Pj Bupati Bekasi beberapa waktu lalu, bahwa yang akan mengisi jabatan eselon 2 yang kosong di Kabupaten Bekasi akan berbasis keahlian dan keilmuan atau kopetensi. Dan berharap agar pernyataan itu bisa direalisasikan.

Hal itu perlu kita sampaikan, ungkap Henry, agar pernyataan Pj Bupati Bekasi tersebut, bukan hanya sebatas Lip Service belaka. Namun hal itu sebagai bentuk tindakan nyata, demi kemajuan dan kesejahteraan Kabupaten Bekasi.

“Pernyataan Pj Bupati itu harus dibuktikan, jangan hanya sebatas Lip Service belaka,” kata Henry.

Ketua LSM-CWB ini menambahkan, selain berbasis kopetensi, Pj Bupati juga menyatakan bahwa pertimbangan untuk pengisian jabatan kosong harus melihat track record, sehingga bukan karena desakan dan tekanan, sesuai slogan Pj Bupati Bekasi.

“Nah, kopetensi dan track record calon pejabat eselon 2 ini yang harus menjadi dasar Pj Bupati memilih. Dan ini sejalan pernyataan dan slogan Pj Bupati, yakni Bekasi makin Berani,” imbuh Henry.

Masyarakat Kabupaten Bekasi, kata Henry, menunggu keberanian Pj Bupati Bekasi dalam memilih para pejabat eselon 2 sesuai kopetensi dan track record. Sehingga terpilih pejabat yang mampu melayani dan merealisasikan janji Pj Bupati Bekasi, demi kemajuan Kabupaten Bekasi.

Dikatakan Henry, hal ini penting disampaikan ke Pj Bupati Bekasi, sehingga Pj Bupati jangan salah memilih. Jangan pilih pejabat administrasi untuk mengisi di dinas teknis, akibat adanya tekanan dan hal lainnya.

“Janji Pj Bupati tentang kopetensi dan track record dalam memilih pejabat eselon 2 harus direalisasikan. Jangan pilih pejabat administrasi untuk lingkup teknis,” tegas Henry. (Baho/Jhon)