PARAMETERTODAYS, Bekasi – Timbun Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi dan kemudian untuk dijual dengan harga yang tinggi, salah seorang oknum warga kota Bekasi berinisial, H. RA mampu meraup keuntungan Ratusan juta Rupiah setiap harinya.

H. RA dalam menjalankan bisnis ilegal (Penimbunan BBM jenis Solar Bersubsidi) ini, mengoperasikan 15 unit truk yang mana setiap tangkinya sudah dimodifikasi. Tangki BBM truk dimodifikasi sehingga mampu menampung hingga 3000 liter BBM jenis Solar.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun media ini di lapangan, H. RA mengoperasikan 15 unit truk yang diawaki seorang sopir dan seorang kernet. Selanjutnya, masing masing sopir dan kernet dibekali uang senilai, Rp. 30.000.000 untuk membeli Solar bersubsidi di sejumlah SPBU.

“Kemudian para sopir ini diperintahkan untuk membeli Solar ke sejumlah SPBU di bilangan kota Bekasi dan di wilayah DKI Jakarta. Mereka diwajibkan mengisi tangki truk yang sudah dimodifikasi hingga penuh (3000 liter). Setelah penuh, para Sopir harus segera kembali ke gudang penampungan. Dan solar dari hasil pembelian mereka dituang ke tempat penampungan yang telah disediakan di gudang,”ungkap sumber terpercaya yang enggan namanya disebutkan.

Menurutnya, dalam satu atau dua hari beroperasi, ke 15 sopir dan kernet bisa membeli masing masing 3000 liter BBM bersubsidi jenis Solar dari sejumlah SPBU. Jadi, dalam dua hari saja, ke 15 truk itu mampu mengumpulkan BBM bersubsidi jenis Solar sebanyak 45000 liter Dengan harga per liter RP, 6.800.

H. RA lanjut Sumber tersebut, kemudian menjualnya ke seseorang agen besar penimbun BBM bersubsidi jenis solar yang memiliki jaringan dengan pembeli solar dengan harga Rp. 13000 hingga 14.000 per liternya.

Lebih lanjut sumber terpercaya ini mengungkapkan, bahwa para awak truk bekerja 24 jam setiap hari dan kembali ke gudang penampungan setelah tangki BBM truknya penuh. Jika dikalkulasikan, untuk satu unit truk dapat menampung Solar dari sejumlah SPBU 3000 liter dalam 2X24 jam (dua hari). Jadi dalam 30 hari kerja setiap truk bisa mengumpulkan solar 15 kali dengan kapasitas 3000 liter.  Jadi, 15 dikali 3000 sama dengan 45000 liter dalam satu bulan.

Kemudian Dari 15 truk yang beroperasi itu. Dengan hasil masing masing 45000 liter setiap satu unit truk setiap bulannya, maka totalnya, H. RA mampu menimbun 675000 liter dalam satu bulan dan menjualnya dengan harga Rp 13000 hingga 14000 Rupiah per liter. Maka jumlah total penjualan mencapai, Rp 9.450.000.000 (Sembilan Miliar Empat Ratus Limapuluh Juta Rupiah) dalam satu bulan.

Jadi, H. RA dipastikan bisa meraup keuntungan besar, yakni sebesar 9,4 M dalam satu bulan dari usaha penimbunan solar bersubsidi ini. Jumlah tersebut cukup fantastis. Namun, Akibat ulah H. RA ini, BBM bersubsidi jenis Solar yang seyogianya diperuntukkan untuk subsidi masyarakat menjadi langka atau sulit didapat oleh masyarakat yang membutuhkan di sejumlah SPBU yang ada di kota Bekasi dan sejumlah SPBU di DKI jakarta.

Dari pantauan Media ini di SPBU dan di Gudang penampungan pada Kamis (15/12/2022), Mafia penimbun Solar, H. RA tampak beroperasi. Bahkan, dengan terang terangan  sejumlah truk tampak melakukan pengisian BBM bersubsidi jenis Solar di Salah satu SPBU di bilangan Bekasi Timur, kota Bekasi.

Adapun sejumlah SPBU yang menjadi tempat pengisian para sopir truk di kota Bekasi, dilakukan di SPBU di bilangan, Bekasi Timur, kota Bekasi, Jawa Barat. Para sopir truk dan kernet kerap melakukan pengisian Solar di SPBU tersebut pada pukul 20.00 Wib setiap harinya.  Para Sopir truk dengan petugas SPBU diduga kuat sudah berkoordinasi dengan baik. Sehingga, dengan mudah para Sopir truk dapat mengisi tengki BBM melebihi kuota yang ditentukan.

Sebagai kompensasi, biasanya para sopir truk memberikan uang lebih kepada petugas SPBU. Jadi ketika truk mengantri di lokasi SPBU, petugas SPBU sudah tahu, jumlah yang bakal di isi ke tengki BBM truk tersebut. Bahkan, penanggung jawab SPBU diduga kuat sudah ada kesepakatan kerja dengan H. RA.

Mengenai lokasi gudang penampungan solar milik H. RA ini, menurut  narasumber tersebut, sekarang ini sudah pindah ke wilayah Kec. Jati Asih, kota Bekasi. Sebelumnya gudang tempat menimbun Solar bersubsidi ini di wilayah kec. Rawalumbu, kota Bekasi. Namun, karena H. RA merasa kurang nyaman, lalu pindah ke wilayah Cikunir, kec. Jati Asih, kota Bekasi.

Sesuai hukum yang berlaku, perbuatan menimbun BBM jenis Solar bersubsidi dan tentang tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga bahan bakar minyak, yang disubsidi pemerintah. Yakni Pasal 40 angka 9 UU RI No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja yang mengubah Pasal 55 UU RI No. 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi Jo Pasal 55 KUHPidana, diancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp60 miliar.

Terkait mafia penimbunan BBM jenis Solar bersubsidi ini, Media ini akan mencoba mengonfirmasi, Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombespol Hengki dan Kasatreskrim Polres Metro Bekasi kota, AKBP Ivan Aditia melalui sambungan telepon, dalam waktu dekat ini. Bahkan akan mengonfirmasi masalah ini ke Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombespol TP. Auliansah Lubis. (Bersambung)