Masjid NAMIRAH Balikpapan Buka Pasar Ramadhan

PARAMETER TODAYS, KALTIM – Untuk pertama kalinya Masjid Namirah Balikpapan Baru, memberanikan diri membuat pasar Ramadhan. Tepat pada hari Selasa, 13 April 2021. Tak disangka sebelumnya mendapat sambutan warga sekitar dari berbagai kalangan.
Sebanyak 20 Lapak ludes terisi, bahkan peminat sebenarnya lebih dari itu. Karena sebelumnya rencana lapak yang disiapkan sebanyak 30 lapak.


Namun setelah melalui pertimbangan, keterbatasan waktu dan lahan, panitia memangkas 10 lapak. “Kami mohon maaf kepada peminat lapak yang tidak kebagian Lapak, semoga tahun depan bisa kita penuhi”, ujar Ustadz Wahyu sebagai Ketua Panitia, disela kesibukannya memantau suasana bazar tadi sore, Kamis (15/4/2021) yang didampingi oleh pengurus, antara lain Ustadz Ahmad Fauzi Hasibuan dan Ustadz Abu Muhammad.

Lanjutnya menerangkan, untuk pembuatan Lapak ini menelan biaya Rp.35 juta. Walau dana yang didapat dari sewa lapak yang ditetapkan 30 juta. Namun pihak panitia tetap merasa puas dapat memenuhi keinginan jamaah dan warga sekitar. “Dan dana tersebut berasal dari jamaah dan donatur, dermawan yang bersimpati, bukan dari kas Masjid”, ucap Ustadz Hasibuan Menimpali.


Lapak yang dibangun diatas lahan yang baru saja di beli itu tergolong sangat mewah dengan fasilitasnya. Sedang untuk penggunaannya temporeri dan semua itu hasil bantuan dari para jemaah dan akan dipertahankan sampai idul Qurban, imbuh Ustadz Wahyu.


Suasana sore itu nampak begitu ramai, baik lalu lalang orang belanja ta’ jil, maupun hilir mudik mobil keluar masuk parkiran. Tak kalah menariknya tukang parkir yang juga berasal dari jamaah, pengurus Namirah sibuk mengatur merapikan mobil. Tambah seru suasana sore itu, para pedagang sibuk melayani pembeli seakan tidak ada lelahnya.


Salah seorang warga yang turut belanja Ta’ jil ketika dihampiri media ini mengatakan, sangat senang dengan adanya pasar ini. “Memudahkan saya mencari jajanan yang sesuai selera. Semua jajanan disini enak – enak. Kalau perlu tiap sore ada pasar ini”, ujarnya sambil berlalu dan tak mau menyebut namanya. (Suar/Lubis)