Mengapresiasi Program Polri Bidang Kesehatan

“Setelah melalui Pendidikan Pembentukan Perwira, baru- baru ini Wakapolri melantik dua ratus lebih perwira polisi dari sumber dokter spesialis dan dokter umum di Setukpa Lemdiklat POLRI, Sukabumi”

PARAMETER TODAYS, Jakarta – Komunikolog Indonesia Emrus Sihombing mengatakan, keputusan Kapolri penerimaan khusus perwira dokter spesialis dan dokter umum ini merupakan respon strategis penguatan satuan Kesehatan Polri dalam mengatasi Covid-19 di tanah air. Keputusan ini menggambarkan betapa Kapolri mempunyai sense of crisis yang baik dalam rangka penanganan Covid -19 di Indonesia.

“Kita semua merasakan bahwa dampak covid-19 tak hanya  beban di bidang kesehatan, tetapi mempunyai efek domino ke berbagai sendi kehidupan masyarakat lainnya, utamanya bidang kesejahteraan ekonomi,” ungkap Emrus, Senin (29/11) di Jakarta.

Karena itu, menurut hemat Emrus, Kapolri terpanggil memberi dukungan mensukseskan penanganan Covid 19 di negeri ini dengan melibatkan unsur kesehatan, termasuk tenaga dokter spesialis dan dokter umum yang dimiliki institusi kepolisian.

“Mengingat kebutuhan tenaga dokter di institusi kepolisian kita saat ini, Kapolri membuat terobosan jitu  di tahun pertama masa jabatannya dengan membuka penerimaan khusus perwira untuk para dokter spesialis dan dokter umum. Penerimaan ini merupakan kali pertama POLRI melakukan penerimaan khusus perwira sumber sarjana yang seluruh pesertanya berasal dari kedokteran. Biasanya jumlah peserta perwira sumber sarjana Polri dari bidang kedokteran kisaran puluhan lebih siswa setiap tahun. Karena itu, program Polri bidang kesehatan, termasuk penanganan Covid-19 perlu kita apresiasi,” terangnya.

Lanjutnya, saat ini perwira baru dokter spesialis dan dokter umum lebih dari dua ratus orang tersebut telah ditempatkan di berbagai fasilitas kesehatan di bawah Institusi Polri di seluruh Indonesia, diharapkan mampu meningkatkan pelayanan kesehatan dan  memberikan kontribusi di dalam penanganan Covid -19 yang lebih mantap. Merekapun terjun langsung dari di betbagai daerah di indonesia, termasuk di Aceh dan Papua untuk melakukan percepatan vaksinasi Covid-19.

Kebutuhan Fakultas Kedokteran?

Menurut Emrus, mengingat banyaknya fasilitas kesehatan yang dimiliki Institusi Polri di seluruh wilayah NKRI, di masa yang akan datang pelayanan kesehatan diharapkan dapat lebih mudah berekspansi, apabila Polri dapat menghasilkan sendiri tenaga dokter melalui kerja sama dengan Universitas Bhayangkara mendirikan Fakultas Kedokteran sebagai program kebutuhan.

Mengapa Universitas Bhayangkara? Universitas ini mempunyai hubungan  historis dan sosiologis dengan Institusi Polri mewujudkan peningkatan jumlah sumber daya manusia (SDM) tenaga dokter umum dan dokter spesialis sangatlah ideal apabila dilakukan kerja sama antara Universitas Bhayangkara dengan Institusi Polri untuk membuka Fakultas Kedokteran.

Dengan demikian, sinergi antara Universitas Bhayangkara dan Institusi Polri akan memberikan sumbangsih yang luar biasa terhadap bangsa dan negara melalui peningkatan pelayanan kesehatan terhadap anggota Polri secara khusus dan masyarakat secara umum di masa-masa mendatang.

“Untuk itu, sangat produktif dan berkesinambungan jika Kapolri di tahun kedua masa jabatannya kelak dapat membuat kerja sama dengan Universitas Bhayangkara mendirikan Fakultas Kedokteran. Bravo Polri. Bhayangkara Jaya!,” tandasnya. (Baho)