Menunggu Janji Walikota Jakbar untuk Menindak Lanjuti Pemerasan Wartawan RMOL

PARAMETER TODAYS, Jakarta – Peristiwa pemerasan yang dialami oleh jurnalis media online RMOL.id akhirnya sampai ke telinga Walikota Jakarta Barat, Uus Kuswanto S.sos.

Uus, sang walikota berjanji akan menindak lanjuti peristiwa tersebut. Terlebih ketika didapat informasi bahwa area lapak penjual Shisha depan Kantor Pos Indonesia yang dekat dengan Pos Polisi Pinangsia di kawasan museum Taman Fatahillah itu menjadi tempat ngumpul orang orang mabuk setiap malam.

Kejadian pemerasan itu terjadi pada Rabu, 21 Juli 2021 kemarin. Darmansyah, sang korban, menuturkan saat itu dirinya mengendarai sepeda motor sedang mencari sarapan. Tiba-tiba motornya ditabrak oleh pengunjung lapak penjual Shisa samping Pos Polisi Pinangsia.

“Tiba tiba ditabrak sama sepeda motor, pengendara sepeda motor itu baru saja bubar dari lapak Shisa,” ungkap Darmansyah.

Akibat kecelakaan itu, Darmansyah terpaksa dilarikan ke Puskesmas Mangga Dua Selatan akibat menderita luka di sekujur tubuh dan kepala serta dada mengalami memar.

Anehnya, Darmansyah yang menjadi korban justru dimarahi oleh si penabrak! Bahkan pelaku mengancam jika tidak diberikan sejumlah uang sebagai ganti rugi.

“Saya yang ditabrak oleh orang dan rombongannya mau meras gue. Cowok yang mengaku abangnya perempuan yang luka pada kaki kanan dan kawan kawannya maksa gue minta ganti rugi di TKP,” ujar Darmansyah.

Tak hanya itu, salah seorang pria yang diduga rekan pelaku meminta ponsel miliknya. Alasannya sebagai jaminan untuk pertanggung jawaban biaya perobatan. Namun Darmansyah menolak permintaan tersebut.

“Dengan alasan mau berobat sendiri di RS dekat rumah. Nggak mau gue ajak berobat bersama di RS. Yang pada akhirnya mereka minta biaya berobat berikut kerusakan motornya minimal Rp 1 juta,” tutur Darmansyah.

Akhirnya, terdesak oleh jumlah orang yang banyak sedangkan dia cuma sendiri, Darmansyah memberikan uang sebesar Rp.500 ribu kepada pengendara sepeda motor tersebut.

“Di RSUD Taman Sari gue suruh tetangga gue yang datang kasih Rp.500 ribu karena mereka menolak gue kasih Rp 200 ribu,” pungkas Darmansyah.

Komunitas jurnalistik sekarang menunggu tindak lanjut Walikota Jakbar untuk menuntaskan pemerasan dengan modus tabrakan itu. (mur)