Nasib Keluarga Mandagi, Diusir dari Rumahnya, LP Tidak Pernah Diproses Polisi

PARAMETER TODAYS, Bekasi – Selasa, 1 Oktober 2019 adalah hari yang paling mengenaskan bagi pasangan suami istri Donny Mandagi dan Litje Mandagi. Pasutri ini diduga mengalami penganiayaan oleh sejumlah preman di rumahnya di perumahan Taman Century I Jl. Mimosa Blok C No. 12 Pekayon, Bekasi Selatan.

Hari itu, seorang pria berinisial Sandy Budiman bersama istrinya dan sejumlah preman mendatangi kediaman Donny dan litje. Sandy mengklaim bahwa rumah yang ditempati Donny dan Litje adalah milik Sandy.

Dengan arogannya, Sandy dan sejumlah preman melakukan tindak kekerasan terhadap Donny dan Litje. Tak puas menghajar keduanya, Sandy pun merampas kunci rumah korban dan mengusirnya dari rumah yang mereka tinggali tanpa membawa barang-barang.

Foto: Surat LP Keluarga Mandagi

“Bahkan istri saya dalam keadaan setengah telanjang, karena baju yang dikenakan dalam keadaan sobek diseret sama Sandi dan istrinya. Baju tersebut ada di polisi sebagai barang bukti, berikut kaca mata yang patah terkena tonjok oleh Sandi,” beber Donny beberapa waktu lalu.

Donny mengungkapkan, bahwa Sandy mendatangi kediaman Donny dan Litje dengan mengklaim bahwa rumah tersebut sudah dibelinya dengan cara lelang oleh pihak bank yang diketahui sudah dilikuidasi. Namun, pengakuan sepihak yang dilakukan Sandy tanpa menunjukkan surat hasil pemenangan lelang menjadi pertanyaan Donny dan istrinya.

Atas penganiayaan tersebut, Donny dan Litje langsung melaporkan peristiwa yang menimpa mereka ke Polsek Bekasi Selatan dengan nomor laporan LP STPL/591-BS/K/X/2019/Sek.SEL tanggal 4 Oktober 2019.

Baik Donny dan Litje mengatakan tak mempermasalhkan jika rumah itu diambil secara paksa karena keduanya tidak pernah diberitahu sebelumnya mengenai pelelangan. Namun baginya, barang-barang yang ada didalam rumahnya adalah harta mereka yang paling berharga yang harus mereka bawa.

“Sejak 1 oktober 2019, kunci rumah dikuasai oleh Sandi, dan kami tidak pernah masuk rumah itu lagi. Kami Keluar dari rumah hanya dengan baju dibadan,” ungkapnya sedih kala mengingat kejadian itu bersama istrinya yang berusia 61 tahun.

Sejak perkara itu dilaporkan ke Polisi, sampai detik in pihak kepolisian belum juga memanggil Sandy dan pihak-pihak yang melakukan penganiayaan dan perampasan. (Baho/Hom)