Pangdam XVIII/Kasuari: Bangun Tanah Papua Barat Ini Menuju Indonesia Maju

PARAMETERTODAYS, MANOKWARI – Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) didampingi Kasdam XVIII/Kasuari, Brigjen TNI Djoko Andoko serta pejabat Kodam lainnya menerima audiensi Mahasiswa Universitas Papua (Unipa) dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan, Rabu (3/3/2021) di ruang Yudha Makodam XVIII/Kasuari, Trikora Arfai 1, Manokwari, Papua Barat.


Pada pertemuan tersebut Pangdam mengungkapkan, dalam situasi pandemi Covid-19 saat ini, segenap Warga Negara Indonesia harus tetap waspada, karena Covid-19 adalah ancaman global. Sampai sekarang, pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia masih terus berjuang untuk keluar dari pandemi tersebut. Korban dari pandemi Covid-19 hingga saat ini cukup banyak. Hitungan di skala internasional hampir 2,4 juta orang, yang telah melebihi korban dari perang dunia. Untuk tingkat nasional, korban mencapai hampir 32.000 jiwa, dan di tanah Papua Barat sendiri kurang lebih ada 127 orang yang meninggal akibat pandemi Covid-19.
Pemerintah telah melakukan berbagai formulasi untuk menghadapi pandemi ini, mulai dari PSBB, PPKM Mikro, dan terakhir ini  dicoba dengan strategi ‘Kampung Tangguh’.


“Kita coba, bagaimana kita mendesain suatu kampung yang lengkap. Di sana semua _stakeholder_ terlibat, baik TNI-Polri, pemerintah daerah dari tingkat kabupaten sampai dengan tingkat RT/RW, dan sebagai informasi kita sudah punya 115 Kampung Tangguh di seluruh tanah Papua Barat ini, dimana kampung tangguh tersebut harus memiliki ketahanan pangan, sehingga disaat terjadi _lockdown_, masyarakat sudah mampu untuk menghidupi dirinya dalam hal pangan, sekaligus mampu mencukupi kebutuhan pangan yang ada di kampungnya,” ungkap Pangdam.

“Untuk itu perlunya kita membuat sebuah ketahanan pangan di seluruh wilayah Papua Barat, dengan cara membudayakan masyarakat untuk berkebun, membuat tanaman-tanaman sayur, memelihara ikan, dan beternak untuk kebutuhan gizi masyarakat sehari-hari,” sambungnya.


Kondisi masyarakat saat ini khususnya di masa pandemi Covid-19, ekonomi semakin menurun dan daya beli masyarakat semakin rendah. Melihat hal itu, Kodam XVIII/Kasuari memiliki sebuah gagasan bagaimana membuat sebuah _pilot project_ ketahanan pangan, yang bisa dijangkau oleh masyarakat dan menyentuh langsung di hati masyarakat tanpa membutuhkan biaya yang mahal, yakni dengan menggunakan limbah dan bahan bekas yang ada di lingkungan sekitar.

Sekali lagi, ancaman di depan kita ini di samping pandemi Covid-19 juga masalah krisis ekonomi, lanjut Pangdam. Jadi, jangan sampai krisis kesehatan dikarenakan kita lalai dan tidak ketat dalam menghadapinya, kemudian bergeser menjadi krisis ekonomi dan selanjutnya krisis ekonomi ini berlanjut menjadi krisis sosial. Untuk itu, semua _stakeholder_ saat ini hendaknya terus berpikir tentang bagaimana menghentikan pandemi Covid-19 ini, dan salah satunya dengan terus membangun sinergi. Mengapa? karena permasalahan bangsa tidak bisa diselesaikan secara individu.


Menyiapkan ketahanan pangan masyarakat di Papua Barat adalah menjadi tanggung jawab bersama,  termasuk juga para Mahasiswa Fakultas Pertanian dan Fakultas Peternakan Unipa, yang secara akademisi mendapatkan ilmu tentang bagaimana bercocok tanam, namun harus tetap melakukan inovasi-inovasi, terkait dinamika di lapangan, dihadapkan pada kondisi geografis Papua Barat.

“Kita harus selalu memiliki banyak ide gagasan, bagaimana dengan biaya yang murah kita bisa menyiapkan ketahanan pangan untuk masyarakat Papua Barat. Untuk itu, Kodam XVIII/Kasuari mengajak Civitas Akademika Unipa untuk memberikan contoh kepada masyarakat bagaimana menyiapkan ketahanan pangan yang baik dengan biaya yang sangat murah. Konsep pertanian ketahanan pangan yang sederhana adalah bagaimana masyarakat kita bisa memetik sayur di sekitar rumahnya setiap hari untuk memenuhi kebutuhan gizi dan vitamin sehingga ke depan sumber daya manusia Papua Barat semakin baik,” ujar Pangdam Mayjen I Nyoman Cantiasa.

Menurutnya, ketahanan negara itu sama dengan ketahanan pangan, dimana disaat ketahanan pangan kropos atau melemah dan tidak ada makanan, hal ini menjadi tanda bahwa suatu negara akan hancur. “Dalam situasi sekarang, ancaman ke depan adalah ancaman global. Kalau kita tidak memiliki daya saing, kita tidak memiliki keunggulan, maka adik-adik sekalian akan tergilas.  Karena saat ini negara lain terus bergerak maju, memikirkan bagaimana caranya agar negaranya bisa maju,” ujarnya.

Membangun Papua Barat

Pada kesempatan ini, Pangdam XVIII/Kasuari juga mengajak segenap Civitas Akademika Perguruan Tinggi yang ada di Provinsi Papua Barat, khususnya dari Unipa untuk ikut membangun Papua Barat, yakni dengan bergandengan tangan dan bahu membahu dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang dilaksanakan tiga kali di setiap tahun, dimana dari pihak Perguruan Tinggi  yang memiliki program KKN (Kuliah Kerja Nyata) mahasiswa, bisa dikolaborasikan dengan kegiatan TMMD Kodam XVIII/Kasuari, dalam rangka membangun wilayah Papua Barat. Hal ini merupakan wujud nyata dari kontribusi Kodam XVIII/Kasuari dan Civitas Akademika Perguruan Tinggi dalam membangun tanah Papua Barat menuju Indonesia Maju.


“Jadi kita semua senior-senior yang ada di sini tidak akan bisa membangun masa depan untuk generasi muda, tetapi kita bisa membangun generasi muda untuk masa depannya. Saya yakin ini pasti bisa, yaitu membangun tanah Papua Barat ini untuk menuju Indonesia maju. _Impossible make possible_, apa yang diinginkan, apa yang dicita-citakan akan bisa terwujud, yang penting mempunyai tekad yang kuat,” tutup Pangdam dalam sambutannya.

Sementara itu Wakil Rektor bidang kemahasiswaan dan alumni Unipa, Dr. Ketiopas Krey, S.Pd., M.Si, menyampaikan Universitas Papua saat ini terus mendorong kemajuan berbagai aspek terutama pendidikan, penelitian, dan pengabdian terhadap masyarakat, dan banyak kegiatan lainnya yang telah direncanakan.
“Salah satu kegiatan yang bisa bermanfaat dan nantinya bisa bersinergi dengan Kodam XVIII/Kasuari adalah kegiatan membangun desa, dimana kegiatan membangun desa adalah salah satu kegiatan nasional yang dilakukan oleh seluruh mahasiswa dan seluruh universitas di Indonesia. Kegiatan itu perlu untuk bersinergi dengan berbagai pihak,” ucapnya.


“Kita perlu bersinergi dengan praktisi industri, para tokoh-tokoh agama, pemuda, masyarakat, lembaga Pemerintah, TNI, Polri. Hari ini kita berbahagia karena melalui Kodam XVIII/Kasuari kita diberikan kesempatan, dimana mahasiswa dengan program studi melakukan kegiatan membangun desa bersama TNI,” tambahnya.
Kegiatan membangun desa/kampung yang dilaksanakan Kodam XVIII/Kasuari, menurutnya sangat luar biasa.
“TNI tidak saja mempunyai Tupoksi untuk menjaga keutuhan NKRI tetapi kemudian ada reorientasi juga kepada pembangunan masyarakat, meningkatkan kesejahteraan, dan ini merupakan sesuatu yang positif, dan harus kita sambut bersama dengan universitas,” kata Wakil Rektor, Ketiopas Krey.

Setelah melaksanakan audiensi di ruang Yudha Makodam XVIII/Kasuari, Pangdam mengajak tamu dari Unipa tersebut untuk melihat langsung Kebun Wisata ‘Kasuari Green’ yang sekaligus berfungsi untuk mendukung program ketahanan pangan.


Mendampingi 32 mahasiswa yang berkunjung ke Kodam XVIII/Kasuari ini, Ketua LP3M Unipa Prof. Dr. Budi Santoso, MP dan Kepala Satwas Internal Unipa Danny Waimbo, serta beberapa dosen.
(Pendam XVIII/Ksr)