Patar Situmorang Dihadiahi Kopi Usai Unjuk Kebolehan Menampik Biji Kopi

PARAMETER TODAYS, Dairi – Penggiat kopi Robusta Desa Jumatakkar, kec. Sidikalang, Kabupaten Dairi, Abdul Rifai memberikan oleh oleh berupa kopi hasil olahannya kepada Putera Dairi, Patar Situmorang SH untuk dibawa ke tanah rantau, Rabu (28/4).
 
Pemberian oleh oleh dalam bentuk Kopi khas Sidikalang yang sudah mendunia, kepada Patar Situmorang SH, adalah sebagai bentuk rasa simpati dan sebagai bentuk tali kasih kepada Patar Sutumorang, seorang Putera Dairi yang pulang kampung dari perantauan dan peduli terhadap penggiat usaha kopi di tanah kelahirannya.
 
“Saya sengaja menitipkan oleh oleh dalam bentuk kopi kepada Pak Pak Patar Situmorang. Saya senang dan terharu. Beliau sengaja datang ke tempat kami untuk menyapa para penggiat kopi di Dairi. Selain bersilaturahmi, pak Patar juga sengaja menunjukkan cara menampi kopi. Itu kan luar biasa. Ternyata, dari cara beliau, kelihatan sekali pak Patar dibesarkan di Dairi,”jelas Abdul Rifai kepada, Parameter Todays, Rabu (28/4) di Desa Jumatakkar, kec. Sidikalang, Kabupaten Dairi, Prov. Sumatera Utara.
 
Menurutnya, sosok Patar Situmorang SH, adalah sosok yang sederhana dan merakyat. Hal itu kata Abdul Rifai, terlihat dari cara Patar Situmorang SH yang mau menemui para penggiat kopi. Selain itu, Patar Juga tidak sungkan mempertunjukkan kebolehannya dalam memanampik biji biji kopi. Patar Situmorang SH sangat piawai menampik biji biji kopi. “Saya saja yang sudah puluhan tahun jadi penggiat usaha kopi. Tapi, saya sudah lupa cara menampik kopi. Karena, selama ini pekerjaan itu sudah dikerjakan karyawan. Wah, saya benar benar terkesima melihat pak Patar ketika menampik kopi tadi,”tambah Abdul Rifai.
 
Dalam kesempatan ini, Abdul Rifai dan salah seorang kepercayaannya, Sugianto Lubis juga sempat bincang bincang soal keadaan dan kehidupan usaha para penggiat kopi. Menurut Sugianto Lubis yang dipercaya sebagai, bagian produksi dan pemasaran kopi milik Abdul Rifai. Sebagai pelaku, Sugianto mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap para penggiat kopi di Dairi. Terlebih pada saat ini. Dengan situasi Pandemi Covid 19, pihaknya sangat merasakan dampaknya.
 
“Kami terpaksa merumahkan sebagian karyawan. Jika nanti sudah kembali normal, kami akan kembali mempekerjakan mereka. Kami selaku pelaku penggiat kopi dalam kondisi sekarang, belum mendapat perhatian atau dukungan dari para pemangku kepentingan. Ketika kita dihadapkan dalam situasi sekarang, yaitu pandemi Covid19. Mudah mudahan Covid19 ini segera berlalu. Sehingga, kami bisa kembali mempekerjakan rekan2 yang telah dirumahkan,”tutur Sugianto.
 
Sementara itu, Patar Situmorang SH, mengaku senang dengan sambutan penggiat Kopi, Abdul Rifai dan Sugianto Lubis. Kepda Media ini, Patar Situmorang mengaku, sangat senang dan terharu. Selain karena dihadiahi kopi, juga karena diberikan kesempatan untuk bersilaturahmi. Bahkan, juga diberikan kesempatan untuk menampik kopi milik Abdul Rifai.
 
“Sebagai seorang Putera Dairi. Kegiatan menampik kopi sebagai salah satu bagian dalam tahap proses pembuatan Kopi, sudah menjadi kebiasaan saya dulu. Jadi, hal inj tidak asing bagi saya. Walaupun sudah puluhan tahun tinggal di perantauan. Di jaman saya dulu jika dibandingkan dengan yang sekarang. Tidak terlalu banyak perbedaan. Hanya mungkin, kalau dulu kami masih memproduksi kopi dengan skala kecil. Kalau sekarang sudah dalam skala besar,”ujar Patar Situmorang, yang juga menyampaikan keprihatinannya terhadap pemangku kepentingan yang kurang dalam memberikan perhatian kepada penggiat kopi.
 
Padahal, kata Patar Situmorang, kopi asal Dairi atau yang dikenal dengan sebutan “Kopi Sidikalang” namanya sudah mendunia. Selain karena produksinya yang sempat menguasai pasar. Juga karena mutunya yang luar biasa. Patar Berharap, Pemangku kepentingan tetap memperhatikan para penggiat usaha kopi dan petani kopi. Karena, Kopi adalah, salah satu sumber daya alam yang menjadi sumber utama pendapatan masyarakat Dairi. (Bes/aho/Patia/Biro Dairi).