Kembali ke Jakarta, Pemudik Wajib Bawa Surat Bebas Covid

PARAMETER TODAYS, Jakarta – Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus mengatakan, pemudik yang akan kembali ke Jakarta wajib membawa surat keterangan bebas Covid-19. Jika tidak, mereka harus mengikuti swab antigen di posko yang sudah didirikan.

“Wajib membawa swab antigen dari daerah asal pada saat masuk ke perbatasan Jakarta wilayah hukum Polda Metro Jaya. Ini akan diperiksa. Kalau tidak (membawa), kita akan random tes mereka,” kata Yusri kepada wartawan, Sabtu (15/5/2021).

Ia mengatakan, ada 12 posko pemeriksaan surat bebas Covid-19 bagi pemudik yang hendak masuk ke Jakarta. Antara lain di Parking Bay KM 34B Cibatu Tol Cikampek arah Jakarta, Terimal Pulogebang, Terminal Kalideres, Jatiuwung, Kebon Nanas, Kantor Dishub Batuceper.

Kemudian Jalan Rengas-Lemahabang, Jalan Raya Parung Ciputat Bojong Sari, Jalan Raya Bogor (SPBU Cilangkap), Pos Sasak Jarang, Pos Tomyang, dan Jalan Gatot Subroto Bitung.

Yusri memastikan, akan memperketat bagi pemudik yang akan kembali ke Jakarta.

“Kalau memang sudah punya surat, enggak dites. Atau sudah dicek di perbatasan, enggak dites (lagi). Tapi kalau yang enggak (punya surat), kita akan swab antigen, door to door, ini bentuk untuk menekan penularan Covid-19 di Jakarta,” tuturnya.

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mencatat jumlah pemudik selama Lebaran 2021 sebanyak 1.5 juta orang. Mereka tetap nekat mudik meski pemerintah sudah mengeluarkan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021.

“Menurut catatan kami kurang lebih 1,5 juta lebih sedikit,” ujarnya dalam jumpa pers ‘Antisipasi Mobilitas Masyarakat dan Pencegahan Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca libur Lebaran’, Sabtu (15/5).

Budi menyebut, ketika pemerintah mengeluarkan kebijakan peniadaan mudik, angka potensi pemudik menjadi turun.

“Kecenderungan masyarakat itu kalau dibiarkan, sebesar 33 persen mereka akan mudik. Kalau akan dilarang turun menjadi 11 persen dan saat pelarangan, saat kampanye sudah dilakukan turun jadi 7 persen,” kata dia.

Budi mengklaim, larangan mudik Lebaran tahun ini efektif. Hal tersebut terbukti dari penurunan jumlah penumpang di bandar udara, kapal penyeberangan, dan kereta api.

“Jadi, apa yang kami lakukan cukup efektif dan ini ditandai bahwa sektor udara, sektor laut, dan kereta api turun sampai (tersisa) 10 persen,” tandasnya. (kbrn/bes/aho)