Penetapan Menkominfo jadi Tersangka, Emrus Sihombing: Relasi Politik Jokowi-Suryah Paloh Tidak Lagi Mesra 

0
88

PARAMETER TODAYS.com, Jakarta – Kejaksaan Agung menetapkan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 BAKTI Kemenkominfo Tahun 2020-2022.

Penetapan tersangka politikus Nasdem ini terjadi saat suasana politik antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Surya Paloh tengah merenggang.

“Apalagi Nasdem disaat bersamaan sudah mulai nyaring, sudah mulai lantang menyerang Jokowi,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Pakar Komunikasi Politik (Komunikolog) Emrus Sihombing menilai bahwa relasi politik antara Jokowi dan Surya Paloh tidak akan mesra seperti dahulu. Meski dia meyakini hubungan pribadi antara Jokowi dan Surya Paloh tidak akan memanas.

“Saya rasa hubungan personal tidak akan memanas karena mereka ini negarawan, Jokowi tidak akan terganggu, apalagi Jokowi juga mengatakan bahwa kasus ini murni penegakan hukum di Kejagung,” kata Emrus.

Namun, kata Emrus, mau tak mau Jokowi harus mengganti Johnny G. Plate karena sudah tak bisa lagi menjalankan tugasnya sebagai menteri.

Emrus Sihombing berharap Nasdem tidak akan membangun persepsi publik sebagai partai yang ‘terzolimi’ untuk menyelamatkan elektabilitasnya.

“Para politisi ini memang sering membuat framing tanpa ada dasar, fakta dan bukti yang kuat sehingga memposisikan penegak hukum tidak baik dimata masyarakat. Kita nantikan saja bagaimana prosesnya bertarung di pengadilan, pilih pengacara kawakan untuk bertarung, saya kira itu lebih produktif,” ujar Emrus.

Surya Paloh sendiri menyatakan menerima dengan lapang dada jika kadernya dicopot dari kabinet buntut penetapan tersangka ini. Soal reshuffle dia menyerahkan sepenuhnya kepada Jokowi, karena memang hak prerogatif presiden.

“Kita terima. Kita konsisten, itu hak prerogatif presiden. Dan kita tidak pernah bergoyah untuk mengatakan apa yang telah kita utarakan. Konsistensi itu paling tidak itulah sumbangsih yang bisa kita berikan pada partai ini,” kata Surya Paloh beberapa waktu lalu.

Surya Paloh juga menegaskan tidak akan mengajukan nama ke Presiden Jokowi untuk menggantikan Plate.

“Kalau kita konsisten ini hak prerogatif presiden, bagaimana kita mengajukan baru? Salah-salah presiden enggak suka. Enggak ada yang lebih bodoh dari NasDem untuk mengajukan nama baru, tanpa diminta oleh presiden. Sekali lagi, itu adalah hak prerogatif presiden,” tuturnya. (Baho)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini