PARAMETER TODAYS.com, Bekasi – Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Kamis 27 Oktober 2022 melantik 16 pejabat setingkat esselon II di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi, bertempat di Aula Nonon Sentani.

Salah satu yang menjadi sorotan masyarakat adalah pelantikan Uu Saeful Mikdar menjadi Kepala Dinas Pendidikan. Banyak yang meragukan dan mempertanyakan kompetensi dan kapasitas beliau untuk memimpin Dinas Pendidikan.

Ketua LSM-CWB (Corruption Watch Barometer) Henry Hutapea memberikan catatan kritis dan berkata ‘Quo Vadis Pendidikan Kota Bekasi’, pasca pengangkatan dan dilantiknya Kepala Dinas Pendidikan Pemkot Bekasi.

“Harus diingat bahwa figur seorang kepala dinas pendidikan menjadi cermin akan seperti apa dunia pendididkan kota bekasi kedepan. Makanya pengangkatan seorang kepala dinas Pendidikan harus didasarkan pada Visi, Misi dan track record yang bersangkutan sebagai parameter. Visi sebagai impian dan cita cita. Misi sebagai rencana untuk membuat sebuah tindakan dan track record (rekam jejak) untuk melihat masa lalu yang pernah dilakukan seseorang”, ucap Henry menjelaskan.

Dikatakan Henry, pengangkatan Uu Saeful Mikdar sebagai Kadis Pendidikan sangat disayangkan. Sebab, menurutnya sangat meragukan kapasitas dan kompetensi beliau.

“Apa Visi dan Misi beliau untuk membangun dunia pendidikan kota Bekasi diera digitalisasi dunia saat ini. Kota Bekasi butuh figur kepala dinas pendidikan yang idealis dan cerdas bukan figur yang transaksional,” ujar Henry.

Dari sisi rekam jejaknya kata Henry, sewaktu menjabat Sekretaris Dinas Pendidikan terlihat pola kepemimpinannya yang berkarakter “one man show”. Akibatnya, tidak terbangun sistem pendukung (supporting system) dalam mengkordinasikan dan mengelola sumber daya (resources) yang ada di dinas pendidikan. Belum lagi tentang pengadaan barang dan jasa yang carut marut yang mengindikasikan adanya potensi kerugian keuangan negara membuat beliau sempat bolak balik diperiksa aparat penegak hukum.

“Untuk iłu, kami sangat terkejut atas pengangkatan Uu Saeful Mikdar menjadi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Hal tu tidak linier dengan amanat Plt Wali Kota Bekasi yang disampaikan pada saat pelantikan, yakni “Rotasi dan mutasi hal yang biasa didalam organisasi, perlu memiliki daya pikir dan daya juang ide ide kreatif, semoga dengan amanah baru bisa langsung beradaptasi dengan cepat,” tutup Henry menirukan kutipan amanat Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto dalam acara pelantikan 16 pejabat esselon Il. (Baho/Toni)