Perumda Pasar Jaya Harus Menemukan Formula Yang Tepat Bagi Para Pedagang Pasar Induk

PARAMETER TODAYS, Jakarta – Forum Silaturahmi Pasar Induk Kramat Jati memiliki Surat Hak Pakai Tempat Usaha yang dikeluarkan Perumda Pasar Jaya berlaku sampai 2024. Berdasarkan hal itu kami meminta revitalisasi ditunda dulu.

Demikian ditegaskan salah seorang perwakilan Forum Silaturahmi Pasar Induk Kramat Jati, Muslim Mudakir, terkait rencana Perumda Pasar Jaya yang akan merevitalisasi Pasar Induk Kramat Jati tahun ini, dalam acara dialog dengan jajaran Perumda Pasar Jaya yang difasilitasi oleh Fraksi Gerindra di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (5/1/2022).

“Kami memiliki Surat Hak Pakai Tempat Usaha yang dikeluarkan Perumda Pasar Jaya berlaku hingga 2024. Untuk itu, kami meminta revitalisasi ditunda dulu,” ujar Mudakir.

Walaupun demikian Mudakir mengungkapkan bahwa para pedagang merasa senang dengan adanya dialog hari ini. Dengan dialog maka berbagai masukan dari para pedagang bisa tersampaikan langsung kepada wakil rakyat di DPRD melalui Fraksi Gerindra dan jajaran direksi Perumda Pasar Jaya yang dipimpin langsung Direktur Utama-nya, Arief Nasrudin.

“Pada prinsipnya kami mendukung, kami ingin pedagang semakin maju dan banyak pembeli datang merasa lebih nyaman,” imbuhnya.

Menanggapi hal itu Dirut Perumda Pasar Jaya, Arief Nasrudin mengatakan bahwa rencana revitalisasi Pasar Induk Kramat Jati sudah disosialisasikan sebelumnya kepada para pedagang.

“Revitalisasi ini juga untuk pedagang, pembeli dan mereka yang beraktivitas di Pasar Induk Kramat Jati. Komoditas di Pasar Induk Kramat Jati berasal dari banyak daerah di Indonesia, kami ingin juga memberikan tempat yang nyaman bagi awak ekspedisi pengangkut komoditas pangan untuk beristirahat,” ungkapnya.

Syarif, Sekretaris Komisi D yang memimpin acara dialog mengatakan bahwa pada prinsipnya tujuan Perumda Pasar Jaya dan para pedagang sama cuma belum menemukan formula yang tepat.

“Jika revitalisasi dimulai tahun ini apakah para pedagang meminta kompensasi dan kalau harus diberi kompensasinya berupa apa, kan formulanya yang belum ketemu tapi pada prinsipnya Perumda Pasar Jaya dan para pedagang sudah saling membuka diri,” tutur Syarif.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Fraksi Gerindra yang juga anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Adi Kurnia Setiadi menegaskan, dalam waktu dekat akan melakukan peninjauan ke Pasar Induk Kramat Jati.

“Kami akan melihat kondisi riil di lapangan sekaligus menyerap lebih banyak aspirasi pedagang. Revitalisasi ini niat baik dari Perumda Pasar Jaya, terpenting kita ingin mereka masih bisa berdagang selama proses revitalisasi, kita cari win-win solution,” tandasnya. (mur)