PH Terdakwa Kasus Rigid Beton Akan Mendesak Penyidik Kejaksaan Memeriksa Pemilik Batching Plant

0
89

PARAMETER TODAYS.com, Medan -Diruang Tunggu Rutan Kelas I Tanjung Gusta Medan, Penasehat Hukum Terdakwa Kasus Rigid Beton Jefri M. Sipahutar, S.H., M.Kn Dari Kantor Hukum HASRUL BENNY HARAHAP & REKAN Mengatakan Akan Mendesak Penyidik Kejaksaan Untuk Memeriksa Pemilik Batching Plant Yang Memproduksi Semen Beton Yang Dipergunakan Untuk Rigid Beton Di Kota Sibolga

Batching Plant Tersebut Diketahui Milik Dari Saudara Jamaluddin Tanjung Yang Beralamat Di Jl. Abdul Razab Kecamatan Pandan Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Saudara Raja Mula Tua Sibagariang Yang Beralamat di Sport Center Jl. Sudirman Kota Sibolga

Dijelaskan Jefri Sipahutar, S.H. Alasannya Untuk Mendesak Penyidik Kejari Untuk Memeriksa Kedua Orang Tersebut Adalah Karena Temuan BPK Cabang Provinsi Sumatera Utara Terkait Proyek Tersebut, Ditemukan Pengurangan Volume Dan Stesifikasi Material Tidak Sesuai Dengan Kontrak

Sementara Menurut Jefri Kita Ketahui Bahwa Yang Memproduksi Material Semen Beton Tersebut Adalah Batching Plant Milik Saudara Jamaluddin Tanjung Dan Batching Plant Raja Mula Tua Sibagariang, Dengan Ditemukannya Pengurangan Volume Dan Material Tidak Sesuai Spesifikasi Hingga Negara Dirugikan 9,2 Miliar Dan Karena Itu Pula Lah Sebanyak 10 Orang Penyedia Jasa Dan 3 Orang PNS Dari Dinas PU Kota Sibolga Dan Dijadikan Tersangka Dan Sudah Selesai Menjalani Hukuman

Namun Satu Diantara Sekian Orang Yang Sudah Menjalani Hukuman, Saat Ini Klien Kami Haji Jonggi Manurung Jadi Tersangka Dan Proses Hukumnya Sedang Berjalan Di Pengadilan Negeri Medan

Kita Ketahui Saudara Haji Jonggi Manurung Hanya Pemodal Yang Meminjamkan Uang Kepada Salah Seorang Penyedia Jasa Yaitu Saudara Yusrilsyah Dan Saudara Haji Jonggi Manurung Menyediakan Material Lainnya, Hanya Sebatas Itu Keterlibatan Klien Kami Saudara Haji Jonggi Manurung Tidak Ada Terlibat Menyangkut Administrasi, Tidak Satupun Tanda Tangan Saudara Haji Jonggi Manurung Yang Tertera Di Semua Berkas-Berkas Yang Terkait Dengan Proyek Tersebut

Sementara Di Dalam Dakwaan Jaksa Tidak Ada Menyebutkan Sebab Akibat Ditemukannya Kerugian Negara. Jaksa Penuntut Umum Hanya Menyebut Pengurangan Volume Dan Tidak Sesuai Spesifikasi, Penyidik Kejaksaan Tidak Menyebutkan Bahwa Material Yang Tidak Sesuai Spesifikasi Tersebut Adalah Produksi Batching Plant Milik Saudara Jamaluddin Tanjung Dan Milik Raja Mula Tua Sibagariang Saat Ini Kita Dari Penasehat Hukum Haji Jonggi Manurung Akan Mendesak Penyidik Kejaksaan Memeriksa Kedua Orang Yang Kita Sebutkan Di Atas.

Dilain Tempat Salah Seorang Pemerhati Hukum Di Kota Sibolga Dan Tapanuli Tengah Herbert Edward Hutabarat, S.H. Menyebutkan Kalau Masalah Fakta Hukum Ya Bukti Yuridis Dalam Kasus Ini Kita Sangat Heran Bahwa Saudara Haji Jonggi Manurung Tidak Satupun Membubuhkan Tanda Tangannya Yang Tertera Di Seluruh Berkas Proyek Tersebut Namun Dapat Dijadikan Tersangka, Kemungkinan Penyidik Kejaksaan Hanya Mendengar Kesaksian-Kesaksian Yang Diutarakan Oleh Para Pihak.

Jadi Rencana Penasehat Hukum Haji Jonggi Manurung Jefri Sipahutar, S.H., M.Kn Sudah Tepat Melakukan Langkah Untuk Mendesak Pihak Penyidik Kejaksaan Untuk Memeriksa Kedua Orang Pemilik Batching Plant Tersebut. (Herbert)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini