Presiden Tanya Teknologi Pangan, Luhut: Semua Dikerjain, Satu pun Nggak Jadi

Foto: Menko Marives Luhut B Panjaitan

PARAMETERTODAYS, Jakarta – Pada HUT ke-43 Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) secara virtual di Jakarta, Senin (23/8/2021), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan ungkap satu cerita.

Ini masih hangat karena waktunya baru kemarin malam. Luhut bercerita, dia diajukan pertanyaan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal perkembangan teknologi bidang pangan.

Baca juga: Vaksinasi Warga Dolok Sanggul

Menjawab Presiden, Luhut paparkan bahwa teknologi pangan Indonesia saat ini terlalu banyak proyeknya.

“Mengenai teknologi pangan kita, Pak Presiden tanya ke saya tadi malam, bagaimana strateginya itu? Saya bilang kita terlalu semua mau dikerjain, satupun nggak jadi,” ungkap Luhut.

Luhut pun menyarankan, saat ini lebih baik proyek food estate Humbang Hasundutan terus dikembangkan. Menurutnya, untuk proyek itu hanya butuh sumber daya manusia yang kompeten.

“Yang ada di Humbang Hasundutan itu yang kita sarankan terus, kita harapkan ini jadi tahun depan, akan jadi!” ungkap Luhut.

Secara garis besar, Luhut juga mengatakan kepada Jokowi, bahwa pengembangan teknologi di Indonesia harus dievaluasi. Pengembangan benar-benar dilakukan hanya untuk sesuatu yang konkret saja.

Menurutnya, selama ini banyak pusat-pusat riset berjalan namun tidak ada hasilnya. Kebanyakan riset hanya berkonsep, tapi tidak hasil yang dikeluarkan.

Luhut menyarankan agar dipilih tiga pusat riset yang jadi unggulan dan digenjot sampai berhasil menghasilkan penemuan dan inovasi yang berguna.

“Selama ini kita banyak berkonsep tapi nggak ada yang jadi, maka saya usul kita tetapkan saja tiga atau berapa, fokus jadikanlah itu,” ungkap Luhut.

43 tahun BPPT

Dalam acara virtual HUT itu, Luhut juga menyampaikan di usianya yang ke-43 tahun, BPPT harus menjadi institusi yang matang dan karyanya lebih baik lagi ke depannya

“Selama hampir enam tahun banyak berhubungan dengan BPPT, saya kira BPPT ini makin baik dan makin dewasa. Jadi harus memainkan peran penting ke depan,” kata Luhut

Luhut meminta BPPT lebih banyak mengembangkan inovasi hingga tahap eksekusi sehingga dapat bermanfaat untuk banyak orang.

“Saya minta inovasi-inovasi yang sudah diciptakan semacam ini untuk terus dikembangkan. Inovasi untuk pertahanan keamanan, pangan, dan energi ini harus kita dorong,” kata Luhut.

Luhut juga meminta BPPT berperan dalam menelurkan inovasi teknologi, khususnya memerangi penularan mutasi covid-19. (jay)