Presidium Marhaen 98: Puan Maharani “Ditikam” dari Dalam

PARAMETERTODAYS, Bekasi – “Sebagai politisi dan banyak mengikuti perjalanan PDI sampai ke PDI Perjuangan dan juga seorang mantan Pengurus PDI Perjuangan. Saya melihat Ketua Umum PDI Perjuangan Dr Hj Megawati Soekarno Putri, tidak sukses dalam melakukan generasi kepemimpinan di internal PDI Perjuangan. Di dalam tubuh keluarganya sendiri, tidak seperti mantan Presiden SBY di Demokrat,  terutama diawali dari Kongres V PDIP 8 Agustus 2019, di provinsi Bali,”kata aktivis Presidium Marhaen, Ricky Tambunan.

Menurut Ricky, Gonjang ganjing yang terjadi, akibat pernyataan Bambang Wuriyanto atau Bambang Pacul Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu, dan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Tengah, yang menghujat Ganjar Pranowo Gubernur Jawa Tengah. Juga  pernyataan Hasto Kristianto sebagai Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan,  yang mendiskredit kan Ganjar Gubernur Jawa Tengah, terkesan menjadikan Puan Maharani, menjadi hantaman arus bawah,  seperti sansak ring tinju.

“Ada apa, dan siapa ini yang bermain? Ini, akrobau yang tidak seru. Ini, akrubat politik seorang anak anak,”tambah Ricky.

Akibat dari sentingan ini, lanjut Ricky, nama Ganjar Pranowo yang malah semakin naik dan mendapat respon dari publik. Akibatnya, malah nama Puan Maharani Ketua DPR RI, Ketua DPP bidang, menjadi habis Dan babak belur di tengah masyarakat.

Menurut Ricky, Sebagai seorang Ketua DPR, Puan dipermalukan, dan partai menjadi bulan bulanan. Apalagi saat itu, Ganjar diterima Ketua Umum yang juga Presiden ke V, menyerahkan foto Megawati karya lukisan Joko.

Lebih lanajut Ricky menjelaskan, Bambang pacul dan Hasto Kristianto, tahu dan sangat paham benar, keputusan kongres V soal calon presiden, yang mana hal itu  adalah, berada di tangan ketua umum. “Sebagai DPP Hasto dan Pacul tahu itu, dan ikut tanda tangani keputusan kongres V Bali, tanggal 8 Agustus 2019,”jelasnya.

Jadi, menurut Ricky, dalam hal ini justeru ada yg bermain dan mempunyai 2 agenda, dalam menaikkan Ganjar Pranowo sebagai Calon Presiden dari PDI Perjuangan, dan menjadikan seseorang dari pengurus DPP PDI Perjuangan, untuk menggantikan ibu Megawati SP, sebagai Ketua Umum, 2024, dengan “menghancurkan” Puan Maharani.

“Puan Maharani, terjebak disini, apalagi dengan  waktu yang bersamaan acara di Semarang, Ketua Umum  menerima Ganjar Pranowo di Teuku Umar Kok bisa bersamaan iya. Berarti, Hasto tahu, acara Ganjar di Tengku Umar,”ujar Ricky dengan nada bertanya.

Menurut Ricky, Jika Taufik Kiemas masih hidup, ini pasti marah besar. Megawati, terjebak disini. Banyak orang tahu, hubungan Prananda Prabowo dan Puan Maharani, suhunya turun naik, setelah peristiwa Kongres V. Saat itu, Prananda Prabowo gagal dilantik Jadi Ketua Harian DPP PDI Perjuangan.

“Penutupan kongres saat itu, dan pengumuman susunan DPP PDI Perjuangan V menjadi terlambat beberapa jam dari waktu yang disepakati,”tutur Ricky sembari menambahkan, sebagaimana yang diketahui, Prananda dan Puan, adalah terlahir dengan berbeda ayah, Puan Maharani Anak satusatunya dari almarhum Taufik Kiemas, suami Megawati.

Jadi, Kata Ricky melanjutkan, Hasto Kristianto dan Bambang Wuriyanto atau Bambang Patcul harus  bertanggung jawab, atas peristiwa ini, karena kedua orang ini, yang membukanya kepermukaan. Karena, Akibat, blunder ini, nama Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI menjadi bulan bulanan. Hasto Kristianto dan Bambang Pacul sedang bermain akrubat yang tidak lucu.

“Saya minta, kedua orang ini, dipecat dari jabatannya. Ini blunder, dimana nama besar Almarhum Taufik Kiemas dikorbankan. Bagaimanapun, selain Trah Bung Karno, Puan Maharani, anak kesayangan Alm Taufik Kiemas, pendiri PDI Perjuangan,”pungkas Ricky. **