Warga Keluhkan Pemkab Samosir yang Kurang Maksimal Atasi Lonjakan Pemudik, Ratusan Kendaraan Terjebak Macet di Jalur Menuju Tele-Samosir

PARAMETERTODAYS, Samosir – Ratusan mobil Mengalami kemacetan di sepanjang Jl. Tele – samosir, Rabu (29/12/21). Penyebab kemacetan adanya perbaikan jalan sehingga terjadi penyempitan jalan. Warga mengeluhkan Pemkab Samosir.

Sejatinya kondisi ini tidak akan terjadi jika Pemkab Samosir melakukan antisipasi sejak awal. Pada Bulan Desember sudah menjadi tradisi mudik bagi masyarakat perantau asal tanah batak.

Kondisi kemacetan saat ini disebabkan volume kendaraan meningkat pesat di seluruh wilayah tanah batak. Baik di kabupatenTapanuli Utara, kabupaten Toba, kabupaten Humbang Hasundutan, terlebih lagi di kabupaten Samosir sebagai satu wilayah yang menjadi tujuan wisata.

Kabupaten Samosir menjadi destinasi utama para perantau yang sedang mudik. Selain karena hasrat ingin ke Danau Toba dan Pulau Samosir, juga dikarenakan banyaknya tempat2 bersejarah. Kabupaten Samosir juga merupakan salah satu akses menuju sejumlah tempat tujuan wisata danau Toba.

Akses primadona untuk menjangkau tempat tempat bersejarah dan destinasi wisata itu sangat mudah dijangkau melalui jalan, Tele-Samosir dan sebaliknya. Namun, akibat tidak adanya antisipasi dini dari pihak Pemkab, warga yang hendak menuju kabupaten Samosir kecewa dan kesal.

Pantauan PARAMETERTODAYS, Rabu (29/12) ruas jalan (Tele-Samosir) mengalami kemacetan yang cukup panjang. Berbagai jenis kendaraan pribadi harus mengantri. Hal ini disebabkan adanya perbaikan jalan yang diduga dilakukan rekanan Pemda Samosir.

Keadaan ini sebenarnya bisa diatasi jika, pihak Pemkab Samosir melakukan antisipasi sejak awal. Sejumlah petugas yang ada di lokasi dan pihak yang sedang melaksanakan perbaikan jalan, tidak peduli dengan kemacetan tersebut. Mereka tidak ber inisiatif untuk mengatasi kemacetan yang terjadi.

“Kok tidak diantisipasi sejak awal. Sudah tahu bulan ini bulan Desember. Para perantau pasti pada mudik ke kampung. Jadi tidak sepatutnya di bulan yang sama dilakulan perbaikan jalan. Kok tidak diperbaiki pada bulan bulan yang lalu,”ujar salah seorang pengemudi kendaraan yang menggunakan nomor polisi dari luar Sumatera Utara.

Kekesalan senada juga datang dari salah seorang warga yang mobilnya terjebak macet. Menurutnya, keadaan ini bisa diatasi jika pihak Pemkab Samosir mengerahkan aparat Pemkab dan aparat terkait di lokasi dengan maksimal.

“Sejumlah petugas dari Pemkab Samosir samasekali tidak mau peduli keadaan ini. Jika mereka diarahkan oleh pimpinannya dengan baik dan maksimal, kemacetan ini bisa teratasi. Tapi yang terjadi, mereka tidak mau tahu alias cuek dengan keadaan ini. Semua orang batak pasti setuju kalo bulan Desember adalah, Bulan Mudiknya para perantau. Jadi seyogianya aparat Pemkab Samosir disiapkan sejak awal,”timpal warga yang enggan namanya ditulis.

Dia berharap, Pemkab Samosir peka dengan kondisi ini. Segera lakukan antisipasi. Bila perlu melakukan rekayasa jalan. Sehingga lanjut dia tidak teriulang kemacetan panjang di jalur Tele-Samosir dan sebaliknya. Khusus untuk musim Natal dan Tahun Baru.

“Pembagian waktu kami untuk mengunjungi sejumlah tempat tempat bersejarah dan tempat wisata jadi terganggu. Kami terpaksa mengubah sejumlah jadwal berkunjung di Samosir. Besok kami tidak akan ke Samosir lagi jika tidak ada antisipasi dari pihak Pemkab. Kami lebih baik ke Barus atau ke Sibolga,”tambahnya dengan nada kesal.

Ketika media ini mencoba mengonfirmasi masalah ini ke pihak Pemkab Samosir. Namun, Belum ada respon. (Gandali)