PARAMETERTODAYS, Jakarta – Tak perlu pakai ingar bingar. Namun, pasti dan bermutu. Satu pertemuan langka tapi berpengaruh besar dan menentukan sudah terjadi di Markas Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III (Makoganwilhan III), Komplek Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pekan lalu.
Kata langka tapi berpengaruh besar dan menentukan – rasanya – wajib dipakai buat pertemuan tersebut. Alasannya cukup kuat, juga tak main-main. Sosok dua perwira militer berpengaruh dari TNI dan US Army yang pangkatnya tertera tiga bintang di pundak ada dalam pertemuan itu, soalnya.

Kedua sosok dimaksud itu adalah Letjen TNI I Nyoman Cantiasa, S.E., M.Tr.(Han) sebagai Pangkogabwilhan III dan Deputy Commander US.Indopacom (Komando Indo-Pasifik Amerika Serikat), Letjen (LTG) Stephen D. Sklenka.

 

 

Hari itu, LTG Stephen bersama rombongan memang sengaja menyambangi markas Letjen TNI Cantiasa. Mereka ingin memanfaatkan waktu di sela padatnya rutinitas untuk berdiskusi serius banyak hal penting terkait militer. Salah satunya adalah mematangkan kerjasama latihan militer kedua negara sebagai prioritas pembahasan.

Letjen TNI Cantiasa mengungkapkan, saat ini status latihan kerjasama militer juga sudah di-upgrade dari bilateral antara Indonesia dan AS menjadi multilateral alias melibatkan banyak negara. Salah satu contohnya adalah latihan ‘Super Garuda Shield’ di Indonesia, beberapa waktu lalu. Latihan ini diikuti 13 negara, di mana TNI sebagai tuan rumah mengikutsertakan ketiga matranya untuk ambil bagian latihan.

Cantiasa mengatakan, pencapaian seperti itu bisa diibaratkan seperti buah yang dituai dari dari proses panjang yang dibangun para pimpinan TNI terdahulu untuk memajukan lembaga TNI beserta semua unsur yang ada di dalamnya.

“Bapak Panglima TNI, Jenderal TNI Andika Perkasa, juga sudah membangun pondasi kerjasama pertahanan Indonesia dengan beberapa negara di kawasan Asia Pacifik, khususnya AS,” ujar pria asal Buleleng yang juga tercatat sebagai Komandan Jenderal (Danjen) ke-31 Korps Baret Merah Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

“Pondasi kerjasama pertahanan diawali dengan strategi membangun komunikasi dan kepercayaan, baik itu strategi dialog, kunjungan atau visit officer, serta beberapa kegiatan kerjasama lainnya yang intens dilakukan Indonesia dan AS,” Cantiasa menyambung.

Lebih lanjut lagi, mantan Pangdam XVIII/Kasuari ke-3 ini juga mengaku sangat mengapresiasi keberhasilan pelaksanaan latihan ‘Super Garuda Shield’ tahun ini. Keberhasilan tersebut, kata Cantiasa, jadi parameter peningkatan capacity building, latihan dan kerjasama antara TNI dan US.Indopacom.

Di kesempatan yang sama, LTG Stepen D. Sklenka, pun menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan dan apresiasi kerjasama militer, yang terus meningkat untuk kedua negara.

“Selain latihan ‘Super Garuda Shield’, sejak 2022 kita juga sudah masuk latihan bersama ‘Gema Bhakti’ dalam bentuk pola kegiatan staff exercise antara TNI dan US.Indopacom,” kata LTG LTG Stepen D. Sklenka.

“Pola tersebut bertujuan melatih para perwira agar cepat familiar dengan kegiatan staf, termasuk juga dalam penyusunan rencana operasi latihan ‘Super Garuda Shield’ tahun 2023 mendatang,”

“Dan tak boleh ketinggalan juga personel Kogabwilhan harus terus dilibatkan guna menciptakan dukungan yang berkesinambungan untuk latihan ‘Super Garuda Shield’ berikutnya,” paparnya meneruskan.

Menurut LTG Stepen D. Sklenka, pelaksanaan latihan bersama antara TNI dan US Army selama ini sudah memberi banyak kontribusi positif buat keduanya.

Bagi US Army, terus Stepen D.Sklenka, latihan di Indonesia memberikan pengalaman baru, pengenalan budaya, dan hubungan interpersonal yang sangat baik antara US Army dan TNI.

“Latihan bersama ini juga telah membuka wawasan dan pengalaman baru bagi anggota prajurit, baik dari TNI maupun US Army,” ujar LTG Stepen D. Sklenka sembari tersenyum.

Pangkogabwilhan III Letjen TNI Nyoman Cantiasa ikut menambahkan,
secara umum, penguatan kerja sama militer antara TNI dan US Army harus terus ditingkatkan guna menjaga stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan. Terlebih seperti Kogabwilhan III yang dia pimpin, memikul beban tanggung jawab penjagaan wilayah dari Maluku hingga Papua yang areanya langsung bersinggungan dengan wilayah kerja LTG Stepen di Asia Pasifik.

“Satu sejarah yang tercatat dari pernyataan saya tadi adalah landing sembilan divisi US Army pimpinan Jenderal Douglas Mc Artur di Morotai tahun 1944. Sekarang Morotai adalah wilayah teritorial Kogabwilhan III,” kata Cantiasa yang juga tercatat sebagai lulusan terbaik dan peraih Adhi Makayasa Akmil 1990.

“Catatan sejarah itu akhirnya juga jadi sejarah fenomenal karena itulah awal dari kisah pendaratan militer sekutu di Republik ini,” sambungnya menandaskan. (Beston)