PARAMETER TODAYS.com, Jakarta – Terjawab atau tidak di tahun 2023? Pertanyaan menggelitik ini diangkat oleh Lembaga Pemantau Penyimpangan Aparatur Daerah (LP2AD) dalam Focus Group Diskusi (FGD) yang diadakan di Hotel d’Arcici Al Hijrah, Jakarta Pusat, Kamis (27/10).

Hal itu terkait janji PT Jakarta Propertindo (Jakpro) untuk menuntaskan proyek Pengolahan Sampah Terpadu atau Intermediete Treatment Facility (ITF) Sunter di tahun 2023.

Pertanyaan ini penting, sebab, walaupun Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengalokasikan penanaman modal daerah (PMD) kepada PT Jakpro sebesar Rp.571 miliar tapi itu hanya bersifat stimulus untuk mendapatkan pendanaan yang lebih besar dari investor. Karena keseluruhan biaya investasi adalah Rp.5,2 triliun!

Menanggapi hal itu Sekretaris komisi D DPRD DKI Jakarta, Syarif, menceritakan hal menarik.

“Ada kejadian yang menarik dalam Banggar (Badan Anggaran) kemarin. Ketika diputuskan DPRD setuju satu titik, ITF Sunter, ada perjanjian antara Legislatif dengan Jakpro. Bicaranya begini, “you minta uang segini lagi, bisa nggak diserap? Kalau nggak bisa diserap apa konsekuensinya? Dijawab, saya taruhannya. Kalau nggak tuntas, bisa dicopot jabatan Dirut Jakpro,” ungkap politisi Gerindra ini.

Masalahnya, lanjut Syarif, sang Dirut keburu diganti. “Sekarang, apakah Dirut yang baru akan dimintai jaminan juga seperti Dirut lama?” tukas Syarif sambil tertawa.

Syarif menjelaskan bahwa DPRD DKI Jakarta telah sepakat memberikan PMD sebesar Rp.571 miliar untuk membangun ITF Sunter kepada Jakpro.

“Memang ada dua pendapat di kalangan legislatif, pakai APBD atau dipihak ketigakan?” tuturnya.

Syarif sendiri meyakini, pembangunan ITF Sunter itu bisa sepenuhnya dibiayai APBD DKI Jakarta melalui PMD.

“ITF itu bisa sepenuhnya dibiayai APBD secara murni. Semua pakai APBD. Kemarin, kita sempat membuat simulasi perhitungan, jika satu ITF membutuhkan Rp.5,2 triliun, paling cepat 6 tahun selesai dengan skema biaya dari APBD,” kata Syarif.

Sementara itu Direktur Teknik & Pengembangan Jakpro, Adi Santoso mengatakan, proyek ITF Sunter ini akan dilakukan oleh anak usaha Jakpro yakni PT Jakarta Solusi Lestari (JSL) bersama dengan pihak Konsorsium.

Kata Adi, pembangunan ITF di Provinsi DKI Jakarta sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan kota yang berkelanjutan karena produksi sampah di Jakarta sangat tinggi, yaitu 7.000 hingga 8.000 ton per hari.

“Pembangunan ITF Sunter bakal menggunakan teknologi ramah lingkungan sesuai standar tertinggi yakni EURO 5. Berdasarkan studi kelayakan, ITF Sunter diprediksi dapat mengolah sampah sebanyak 720.000 ton setiap tahunnya dan mampu menghasilkan listrik sebesar 35 MW setiap hari atau 280.000 MW per tahun,” kata Adi.

Menurutnya, PT JSL dan Konsorsium berkomitmen menuntaskan amanah pembangunan ITF. Apalagi ITF Sunter sudah mendapatkan penyertaan modal daerah (PMD) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2023 yang telah disepakati bersama oleh pihak Eksekutif maupun Legislatif.

Oleh karena itu, Adi mengajak kepada seluruh stakeholders untuk bersinergi menyukseskan pembangunan ITF Sunter yang sangat dibutuhkan oleh publik dan masyarakat Jakarta pada khususnya.(mur)