Selamat Jalan Ompui SAE Nababan

“Kita, HKBP, dan Gerakan Oikumene sedunia bersyukur kepada Tuhan atas hidup, karya, dan perjuangan hamba-Nya, Pdt Dr SAE Nababan”

Pendeta Dr Soritua Albert Erns Nababan LID meninggal dunia pada Sabtu (8/5/2021) di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, dalam usia senja 88 tahun. Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) tahun 1986-1998 ini tak hanya dikenang sebagai teolog kenamaan, tetapi juga tokoh agama yang gigih memperjuangkan keadilan bagi semua umat.

Saat ini jenazah disemayamkan di Rumah Duka RSPAD, Jakarta dan pemakaman akan dilakukan di kampung halamannya, Siborongborong, Tapanuli Utara.

SAE Nababan lulus dari Sekolah Tinggi Teologi Jakarta tahun 1956. Pada tahun yang sama, ia ditahbiskan menjadi pendeta pemuda di HKBP Medan. Selajuntnya Kantor Pusat HKBP mengirimnya untuk studi di Universitas Ruperto Carola, Heidelberg, Jerman dan meraih Doctor Theologiae pada Februari 1963.

Sejak muda, Pendeta SAE telah aktif dalam pelayanan ekumenis dan sosial kemasyarakatan. Ia pun cukup dikenal di gerakan ekumenis tingkat nasional, Asia, dan dunia.

Selain Ephorus HKBP, Pendeta SAE juga pernah menjadi Sekretaris Umum Dewan Gereja-gereja di Indonesia (DGI) tahun 1967-1984, yang kemudian berganti nama menjadi Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI). Ia kemudian menjadi Ketua Umum PGI tahun 1984-1987.

SAE Nababan juga aktif di berbagai forum ekumenis dunia, seperti Lutheran World Federation (LWF), Christian Conference of Asia (CCA), United Evangelical Mission (UEM), dan Dewan Gereja Dunia (World Council of Churces/WCC).

Intregitas SAE Nababan teruji saat menjabat Ephorus HKBP selama 1986-1998. saat itu rezim Orde Baru melakukan intervensi terhadap Sinode Agung HKBP agar SAE Nababan tidak terpilih kembali.

Dia dianggap terlalu kritis menyerukan penghargaan atas kemanusiaan dan prinsip-prinsip demokrasi. Ini justru bertolak belakang dengan pola kepemimpinan Orde Baru yang otoriter.

Intervensi di bawah todongan senjata militer tersebut kemudian memunculkan dualisme kepemimpinan di HKBP. Namun setelah Soeharto dilengserkan, HKBP kembali utuh dan tak pernah menjadi subordinasi atau kacung penguasa Orde Baru.

Belasungkawa

Ephprus HKBP Pdt Dr Robin Butarbutar

Ephorus HKBP Pdt Dr Robinson Butarbutar menyampaikan belasungkawa dari pribadi dan atas nama seluruh warga, pelayan, dan Pimpinan HKBP di pusat, distrik, resort dan jemaat maupun lembaga HKBP di Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung

“Kita, HKBP, dan Gerakan Oikumene sedunia bersyukur kepada Tuhan atas hidup, karya, dan perjuangan hambaNya, Pdt Dr Soritua Nababan,” ungkapnya, Sabtu (8/5/2021).

Ephorus Robinson menegaskan bahwa almarhum Pdt Soritua merupakan satu di antara tokoh gerakan oikumene yang sangat berpengaruh di seluruh dunia.

“Di tengah bangsa kita ia merupakan teolog keadilan dan kemerataan, juga pemimpin gerakan oikumene paling berpengaruh sesudah Alm T.B Simatupang. Bagi para pejuang keadilan dan perdamaian, ia adalah aktivis, inspirator, dan penopang,” tutur Robinson.

Ia menambahkan, bagi banyak pendeta, Pendeta SAE Nababan merupakan teolog yang tidak bisa diam melihat ketidakadilan.

“Bagi saya secara pribadi, ia merupakan guru tentang pentingnya gereja berubah dari kebiasaan-kebiasaan yang tidak sesuai dengan firman Allah. Walaupun harus dengan resiko dan konsekuensi yang dapat mengancam jiwa sendiri,” ucapnya.

Ketua Umum PGI Gomar Gultom

Ketua Umum PGI Gomar Gultom mengenang sosok SAE sebagai tokoh yang sangat berpengaruh dalam sejarah gereja-gereja di Indonesia. Ia bukan hanya fokus mempersatukan gereja-gereja di Indonesia, tetapi gereja-gereja di belahan bumi lainnya.

”Peran penting beliau dalam gerakan oikoumene internasional adalah kegigihannya memperjuangkan keadilan lebih daripada sekadar perdamaian,” ujar Gultom.

Selain itu, SAE selalu mengingatkan bahwa kehidupan gereja tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sosial. Kehadiran gereja di bumi akan menjadi sia-sia apabila kehidupan gereja itu hanya berkutat di peribadahan.

”Gereja harus membuka diri untuk dunia sekitarnya dan harus menjadi saluran berkat buat dunia. Itu bukan untuk mengkristenkan orang-orang, tetapi semata-mata demi kemanusiaan itu sendiri,” ucap Gultom, mengenang pesan SAE.

 

Bendahara PGI Wilayah Kota Bekasi Patar MH Situmorang

Rasa belasungkawa mendalam juga disampaikan Bendahara PGI Wilyah Kota Bekasi Patar MH Situmorang. “Kita kehilangan seorang teolog besar yang sekaligus aktivis bagi keadilan sosial,” kenang Patar.

Patar mengungkapkan bahwa SAE Nababan tidak hanya berjuang bersama ulama dari lintas agama, tapi juga memiliki hubungan yang dekat dengan tokoh-tokoh pejuang keadilan dan kemanusiaan di luar maupun dalam negeri.

”Beliau sangat pluralis,” ujar Patar yang juga penatua GKPI Rawalumbu, Kota Bekasi.

Menurut dia, Pendeta SAE tidak mau tunduk walupun dirinya dan jemaat sudah diintimidasi sedemikian rupa. Sebaliknya, lanjut Patar, Ompui (panggilan jemaat HKBP kepada ephorus) juga tidak mau kompromi saat ditawarkan fasilitas dan menjadi bagian dari kekuasaan.

“Dia bergeming. Dia setia sampai akhir. Jadi layaklah kita huturkan dengan hormat, Selamat Jalan Ompui SAE Nababan,” tegas Patar.

(jay nainggolan)