Humba Dreams Dapat Ditonton di Netflix

PARAMETER TODAYS, Jakarta – Film karya Riri Riza Humba Dreams dapat ditonton di Netflix.

Film Humba Dreams pertama kali ditayangkan di Shanghai International Film Festival untuk World Premier pada Juni 2019. 

Sebelumnya, film ini didistribusikan secara terbatas melalui beberapa festival dan komunitas film. 

Film yang disutradarai oleh Riri Riza dan diproduseri oleh Mira Lesmana ini telah menerima beberapa penghargaan.

Sinopsis film

Karakter utama dalam film ini bernama Martin (J.S. Khairen), seorang mahasiswa perfilman salah satu Perguruan Tinggi di Jakarta. 

Di tengah kesibukannya mengerjakan film untuk tugas akhir kuliah, Martin terpaksa pulang ke Sumba untuk memenuhi wasiat ayahnya yang telah meninggal tiga tahun lalu. 

Wasiat itu disampaikan melalui mimpi Nggodu (tokoh spiritual di masyarakat Sumba). Dalam mimpi itu ayah Martin menitipkan wasiat berupa sebuah kotak yang diletakkan dalam kamarnya dan harus dibuka oleh Martin. 

Kotak tersebut ternyata berisi beberapa barang usang milik ayah Martin. Salah satu barang di dalamnya adalah roll film. Sayangnya roll film itu tidak dapat diputar dan harus dicuci terlebih dahulu. 

Awalnya Martin berencana membawa roll film itu ke Jakarta untuk dicuci. Namun ide tersebut ditentang oleh ibunya, karena film itu harus diputar di tanah Sumba sesuai wasiat ayah Martin. 

Martin kemudian mencari cara untuk dapat mencuci roll film melalui internet, sayangnya infrastuktur jaringan internet di Sumba tidak memadai. 

Martin berpindah dari satu daerah ke daerah lain untuk mendapatkan akses internet. Pencarian tersebut membawa Martin ke salah satu homestay yang memiliki akses internet cukup memadai. Disana Martin bertemu salah satu pekerja wanita yang manarik perhatiannya bernama Ana (Ully Triani). 

Martin yang telah mendapatkan akses internet akhirnya dapat mengetahui bahan-bahan yang dibutuhkan untuk mencuci film. Salah satu bahannya berupa zat kimia, dan untuk mendapatkannya tidaklah mudah. 

Di Waingapu, Sumba, daerah tempat tinggal Martin, bahan yang dimaksud bahkan dilarang beredar karena berpotensi digunakan untuk aksi terorisme. 

Sempat hampir putus asa, Martin akhirnya mendapat titik terang. Ana memberi tahu Martin untuk datang ke salah satu percetakan foto. Martin kemudian mendatanginya dengan harapan pemilik percetakan tersebut dapat membantunya mencuci roll film.***