Tongkol Jagung Jadi Pupuk Organik

PARAMETER TODAYS, Dompu – Setelah sukses memprovokasi warganya dengan pengembangan komoditi jamur jagung, kelompok pemuda Karijawa Selatan (Karsel Family) di Kelurahan Karijawa Kecamatan Dompu, Nusa Tenggara Barat, kini mulia mengembangkan pupuk organik.

Bahan dasar pembuatan pupuk organic ini, berasal dari sisa-sisa media tanam jamur jagung dari tongkol jagung.

Arifudin, penggagas Jamur Tongkol Jagung  Karsel Family, mengatakan, program provokasi pembudidayaan jamur jagung, telah terbukti meningkatkan pendapatan warga, ditegah pendemi Covid-19.

“Ini turunannya. Jadi tidak ada yang tersisa, semua bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan pundi-pundi uang bagi masyarakat sekitar,” katanya, Minggu (16/5/2021).

Pengembangan usaha baru ini, tidak mematikan usaha lama yakni pengembangan jamur jagung dari tongkol jagung yang sudah sukses tahun 2020 lalu.

Ide pembuatan kompos dari limbah media tanama jamur jagug ini, terbersit saat kesulitan membuang bekas media tanam ini. Dari beberapa kajian yang dilakukan, media tanam dari tongkol jagung yang difermetasi ini, menghasilkan kualitas pupuk yang bagus untuk tanaman.

Berbagai riset sudah dilakukan oleh Arifudin dan teman-temannya yang tergabung dalam Karsel family. Tanaman, terutama bunga-bunga yang ditanam warga setelah diberikan pupuk kompos produksinya, terbukti tumbuh subur. Saat ini, diakui memang produksi kompos dari limbah media tanam jamur jagung, belum bisa diproduksi masal.

“Namun kedepan, ini akan bisa menjadi alternative pilihan bagi petani, untuk menganti ketergantungannya terhadap pupuk kimia,” jelasnya.

Sama seperti pengembangan jamur jagung, pengembangan kompos ini juga memberikan nilai tambah bagi warga sekitar, terutama pemuda di lingkungannya.

Di Lingkungan Karijawa Selatan ini, sudah tidak Nampak lagi pemuda-pemuda yang menganggaur.

Berkat pengembangan jamur jagug dari tongkol jagung, bisa menghidupi pemuda-pemuda ini, bahkan bisa menghidari dari pengaruh negative.

Tidak hanya pemuda, sektor UMKM di kelurahan ini juga bergerak, disaat hantaman Covid-19 yang disebagian wilayah, melemah. (kbrn/aho)