Parit di Pinggir Jalan Raya Laehole Amblas Akibat Truk Pengangkut Kayu

PARAMETERTODAYS, Dairi – Sejumlah mobil truk  pengangkut kayu Pinus milik salah seorang pengusaha kayu telah menyebabkan kerusakan jalan. Bahkan telah menyebabkan tanggul parit hancur dan amblas.

Pasalnya, mobil truk pengangkut kayu yang tergolong bertonase puluhan ton itu, melintasi bahu jalan untuk menjangkau lokasi pengambilan kayu pinus di sekitar jalan raya di Desa Laehole, Kecamatan, Parbuluan, kabupaten Dairi, Provinsi Sumatera Utara.

Pantauan Parametertodays, di lokasi Senin (30/8) siang, bahu jalan dan bahu saluran air (parit) tampak amblas. Jika tidak ada tindakan cepat dan tegas dari aparat terkait, maka dikhawatirkan akan semakin parah.

Salah seorang warga yang rumahnya tidak jauh dari lokasi mengaku, kesal dengan sikap pengusaha kayu yang terkesan arogan. Pengusaha kayu juga terkesan tidak acuh dengan kerusakan bahu jalan dan saluran air yang hampir amblas. Padahal, kondisi ini dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Warga yang tidak mau namanya ditulis tersebut, didampingi awak media ini, mencoba menemui pihak pengusaha kayu yang mengaku bernama, Pandiangan. Kepada yang bersangkutan ditanya terkait izin dan penyebab kerusakan bahu jalan dan saluran air. Namun, Pandiangan tidak dapat menunjukkan izin dari pihak Dinas PU Pemkab Dairi.

“Tapi kami ada izin lisan dari Desa. Kalau dari Dinas PU tidak ada,”ujar Pandiangan menjawab warga dan awak media Parameter.

Namun, salah seorang anggota Badan Permusyawaratan Desa ( BPD) desa Laehole yang kebetulan datang ke lokasi malah balik menanyakan tujuan awak media ini dan warga datang ke lokasi dan menanyakan izin. Anggota BPD yang terkesan melindungi pihak pengusaha Kayu, menegaskan, dirinyalah yang bertanggung jawab atas kerusakan bahu Jalan akibat dilindas truk pengangkut kayu. Bahkan untuk memperbaiki kerusakan Bahu jalan raya dan bahu parit itu.

Warga Laehole yang agak kesal dengan pihak pengusaha kayu dan anggota BPD tersebut, meminta pihak terkait untuk turun tangan. Termasuk melakukan tindakan terhadap oknum anggota BPD yang terkesan membekingi pengusaha kayu.

“Kami berharap adaya tindakan tegas dari dinas terkait dan pemerintah desa terhadap pengusaha yang mengedepankan kepentingan pribadi tanpa memikirkan kepentingan umum. Tandas warga,”tandas warga tersebut. (Gandali).