PARAMETER TODAYS.com, Dairi – Warga Desa Bangun Kecamatan Parbuluan Kabupaten Dairi sesalkan dan pertanyakan beralihnya pengelolaan pengadaan Air Bersih.

Dikatakan salah satu warga berinisial AT, bahwa sebelumnya, dimasa kepemimpinan Kepala Desa lama (sebelumnya) pengelolaan pengadaan air bersih dikelola oleh Desa.

“Tapi saat ini, pengelolaannya beralih dan dikelola perorangan. Kepala Desa Japirin Sihotang sepertinya tidak tau mana aset Desa, sehingga terlantar dan tidak dirawat sehingga pengelolaannya diambil alih perorangan,” jelasnya.

Dijelaskan AT, dimasa kepemimpinan Kepala Desa sebelumnya, Pemerintah Desa adakan pemasangan pipa (pipanisasi) untuk pengadaan air bersih ke masyarakat dengan menggunkan Anggaran Dana Desa (ADD).

“Saat itu, untuk penampungan air disetiap Dusun disepakati pembangunannya melalui Swadaya warga masing-masing Dusun,” tuturnya.

Lanjutnya, adapun pemasangan pipa air minum dimasa kepemimpinan Kepala Desa sebelumnya, berada di Dusun III dan Dusun II yang pengelolaannya beralih ke perorangan, yakni Sihotang (satu marga dengan Kepala Desa).

Selain itu, dituturkan AT, setelah dikelola perorangan, bak penampungan air yang dibangun melalui swadaya warga distop (tidak pernah lagi di isi air).

“Tujuannya, agar warga yang membutuhkan air membuat permohonan pemasangan pipa langsung ke rumah masing-masing dan secara tidak langsung memaksa warga untuk membeli meteran konrol air,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Bangun, Japirin Sihotang saat dihubungi Parametertodays.com mengatakan, bahwa tidak benar pengadaan pipanisasi menggunakan Dana Desa.

“Tidak ada Dana Desa,” jawab Kepala Desa singkat.

Untuk lebih jelasnya, kata Kepala Desa, agar menanyakannya informasinya ke Pengurus (Pengelola).

“Hingga saat ini, belum pernah Dana Desa digunakan untuk pengadaan pipa air minum di Dusun III,” tambahnya menegaskan.

Ucap Japirin, adapun peralihan dari bak penampungan dan disalurkan langsung ke rumah warga, alasannya karena debit air yang makin berkurang.

“Debit air sudah berkurang sehingga pengurus (pengelola) ambil inisiatif untuk membuat meteran ke rumah warga. Tujuannya agar bisa terkontrol”, ucap Japirin menerangkan. (Patia)