Warga Penggarap Bengkong Minta DPRD dan Pemkot Bekasi Turun Tangan

PARAMETER TODAYS, Bekasi – Pemugaran lahan dengan membangun tembok setinggi 3 M di lahan yang diduga milik PT. Timah, di Bengkong, Kel. Mustika Sari, kec. Mustika Sari, Kota Bekasi, Jabar, Selasa (8/6) diduga disponsori oleh mafia tanah.

Hal itu terlihat dari, proses pemugaran dengan Mendirikan tembok semen setinggi 3 M dilakukan secara sepihak. Alias, tidak melakukan pemberitahuan sebelumnya kepada, ratusan warga yang sudah puluhan tahun menempati lahan yang kabarnya milik dari PT. Timah tersebut.

“Kami sudah tinggal di sini puluhan tahun. Tapi, kami tidak ada pemberitahuan dari pihak yang katanya PT Timah sebelumnya. Mereka main bangun tembok yang tingginya mencapai 3 M. Pintu keluar masuk atau akses ke lokasi juga sudah tertutup. Kami tidak dihargai sama sekali,”ujar Anggiat Situmorang, ketua Paguyuban warga penggarap lahan, Selasa, 8/6 di lokasi.

Baca Juga: Warga Dikurung Sepihak di Lahan Garapan

Akibat pemugaran tersebut kata Anggiat Situmorang, akses satu satunya menuju lahan hampir tertutup. Sehingga, mengakibatkan aktivitas ratusan warga untuk mencari nafkah jadi terganggu. Ratusan warga yang tergabung di dalam paguyuban, Bengkong Jaya Bulak (BJB) meminta, agar pihak PT. Timah mengajak pihaknya duduk bersama membicarakan masalah ini.

“Kami bersedia diajak bicara dan duduk bersama dengan pihak PT. Timah. Kami khawatir, pembangungan tembok setinggi 3 M ini ulah dari mafia tanah. Jika memang benar pihak PT Timah yang melakukan pemugaran. Sebagai salah satu BUMN, seharusnya mereka juga menghargai kami yang sudah puluhan tahun tinggal di sini”ujar Anggiat Situmorang.

Sehingga lanjut Anggiat pihaknya tidak menduga duga. Apalagi akhir akhir ini. Ulah serupa kerap dilakukan para mafia tanah terhadap lahan lahan tidur milik pemerintah. Ternyata, belakangan yang bermain adalah, para mafia tanah yang ingin memperkaya diri sendiri dengan mengorbankan rakyat.

Baca Juga: Warga Menolak Tandatangani Surat Pernyataan

“Saat ini sedang kondisi pandemi Covid yang berkepanjangan. Dimana keadaan masyarakat sedang mengalami kesulitan secara ekonomi. Tapi, kok bisa bisanya mereka melakukan tindakan brutal. Apa mereka sudah tidak punya hati. Kok tega menembok pintu keluar masuk. Sampai sampai motor pun tidak bisa lewat. Dalam kondisi Pandemi Covid. Ini sudah keterlaluan,”tegas Anggiat Situmorang.

Ia berharap, para pihak yang terkait seperti, Pemkot Bekasi, DPRD kota Bekasi turun tangan. Sehingga antara pihaknya dan PT. Timah bisa duduk bersama untuk cari solusi terbaik. Ratusan warga penggarap yang sedang didera pandemi Covid 19 juga dapat beraktivitas seperti biasa. Anggiat meminta, pihak DPRD kota Bekasi juga sebagai wakil mereka bisa melakukan mediasi untuk mengatasi masalah ini. (Bes/Aho/Ingot)